Mesir usut penangkapan warganya di Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab
Image caption Uni Emirat Arab melarang semua partai atau kelompok politik.

Dua pejabat senior Mesir dikirim ke Uni Emirat Arab pada Rabu (02/01) untuk membicarakan penangkapan 11 warga negara Mesir yang dituduh mendirikan cabang Ikhwanul Muslimin di sana.

Kantor presiden Mesir mengatakan kedua pejabat itu mengantarkan surat dari Presiden Mohamed Morsi kepada penguasa Uni Emirat Arab, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan.

Salah seorang pejabat senior yang diutus adalah Essam el-Haddad, penasehat presiden masalah luar negeri dan kerjasama internasional.

Dalam pernyataannya kantor presiden tidak merinci isi surat yang dibawa ke Uni Emirat Arab. Presiden Morsi berasal dari organisasi Ikhwanul Muslimin.

Semua partai politik dan kelompok politik dilarang di Uni Emirat Arab.

Surat kabar setempat Al-Khaleej melaporkan 11 warga negara Mesir ditangkap bulan lalu setelah diduga mengumpulkan informasi vital tentang Uni Emirat Arab dan mengadakan sejumlah pertemuan rahasia.

Mereka juga dituding merekrut anggota dan mengirim dana dalam jumlah besar kepada sejumlah pemimpin Ikhwanul Muslimin di Kairo.

Seperti halnya negara-negara di kawasan Teluk, Uni Emirat Arab waspada terhadap Ikhwanul Muslimin yang dituduh berusaha merongrong pemerintah di kawasan.

Berita terkait