Polisi Israel bubarkan tenda pegiat Palestina

  • 13 Januari 2013
Polisi Israel
Image caption Polisi membubarkan paksa protes tenda pegiat PAlestina dan internasional Minggu (13/1) dinihari.

Polisi Israel mengusir warga Palestina dan pegiat asing yang menggelar aksi protes dengan menduduki sebuah titik di Tepi Barat yang rencananya akan jadi lokasi pembangunan pemukiman yahudi dengan menggelar tenda.

Sekitar 20 tenda didirikan di wilayah yang dikenal dengan nama area E1, terletak antara Jerusalem dan pemukiman yahudi Maale Adumim.

Menurut Mahkamah Agung Israel dalam putusannya yang jatuh Jumat (11/1) lalu, kemah para pegiat ini boleh bertahan di loaksi hingga enam hari.

Taktik berkemah ini menurut para peserta meniru apa yang dilakukan pemukim ilegal Israel yang menduduki wilayah Palestina di Tepi Barat dengan meletakkan rumah bergerak di puncak bukit, yang tidak dikenai sanksi resmi, namun bertujuan untuk mempertunjukkan "fakta lapangan".

Pembangunan kawasan E1 dianggap warga Palestina, dan sebagain besar masyarakat internasional, sebagai ancaman terhadap masa depan negara Palestina yang berdaulat.

Menurut Abir Kopty, juru bicara Komite Kordinasi Perlawanan Populer yang mengorganisir acara ini, enam orang luka akibat pengusiran paksa polisi Israel dan harus dibawa ke rumah sakit sementara kubu Israel membantah.

Balasan

Para pegiat mengatakan mereka berniat membangun sebuah desa di lokasi kemah itu dengan nama Bab al-Shams, seperti judul sebuah novel ternama tentang sejarah Palestina.

Pegiat terkenal Palestina Mustafa Barghouthi termasuk yang dipindahkan paksa oleh polisi pada dini hari Minggu (13/1) itu.

Rencana membangun area E1 mulanya ditunda bertahun-tahun namun tiba-tiba kemudian muncul pengumuman akan dilanjutkan pemerintah Israel setelah upaya otoritas Palestina meningkatkan status di PBB Desember lalu berhasil mendapat dukungan mayoritas negara di dunia.

Kesuksesan ini menuai kemarahan Israel dan US yang menuding sikap Palestina melanggar kesepakatan damai. Hanya berselang sehari, Israel langsung menyepakati "pekerjaan awal zonasi dan perencanaan" area E1, serta mengumumkan pembangunan ribuan rumah pemukim yahudi.

Menurut pemerintah AS langkah ini bukan pilihan terbaik, sementara sejumlah pemerintah negara Eropa memanggil duta besar Israel sebagai bentuk protes.

Israel juga menahan pembayaran pendapatan pajak yang emnjadi hak Otoritas Palestina yang sangat dibutuhkan organisasi itu sebagai bentuk balasan atas sikap PAlestina di PBB.

Berita terkait