Pendapatan minyak Iran 'turun 45%'

  • 8 Januari 2013
Penyaluran minyak Iran
Image caption Ekspor minyak menyumbang sekitar 80% pendapatan luar negeri Iran.

Pendapatan Iran dari minyak turun sekitar 45% selama sembilan bulan terakhir karena berbagai sanksi terkait program nuklir negara tersebut, kata seorang politikus terkemuka.

Gholam Reza Kateb, seorang anggota komite anggaran dan perencanaan nasional di parlemen, mengatakan data penurunan itu disampaikan dalam laporan oleh Menteri Perminyakan, Rostam Qasemi.

"Berdasarkan laporan, penjualan minyak turun 40% dan pendapatan turun 45% selama sembilan bulan terakhir," kata Kateb kepada kantor berita ISNA.

Ekspor minyak mentah menyumbang hampir 80% pendapatan luar negeri Iran.

Data penurunan ekspor minyak yang terungkap kali ini bertentangan dengan pernyataan menteri perminyakan yang menegaskan bahwa Iran berhasil melewati semua sanksi.

Maskapai menunggak

Pada 2012, Uni Eropa berhenti membeli minyak dari Iran sebagai bagian dari sanksi yang dijatuhkan kepada negara itu karena gagal mematuhi resolusi PBB.

Sementara Kementerian Perminyakan Iran telah menghentikan penjualan minyak kepada beberapa maskapai penerbangan karena menunggak pembayaran.

Beberapa maskapai penerbangan terpaksa membatalkan penerbangan. Namun menurut wartawan BBC, James Reynolds, maskapai penerbangan nasional, Iran Air, tetap beroperasi.

Iran sejauh ini dikenai sanksi internasional, termasuk embargo senjata, embargo teknologi nuklir, dan larangan pembelian minyak dari Iran oleh Uni Eropa.

Iran menegaskan tidak mempunyai program senjata nuklir tetapi hanya ingin mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir.