Badai salju hantam Timur Tengah

  • 11 Januari 2013
yerusalem
Kota Yerusalem diselimuti salju terburuk dalam 10 tahun terakhir.

Badai terburuk menghantam kawasan Timur Tengah dalam satu dekade terakhir menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan sebagian besar Israel dan Yordania diselimuti salju.

Di sepanjang kawasan, banyak sekolah yang ditutup dan ribuan rumah tidak teraliri listrik.

Salju tebal yang menyelimuti Yerusalem dilaporkan telah melumpuhkan transportasi kota tersebut.

Cuaca membeku ini juga memperparah kondisi ribuan pengungsi Suriah yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di kawasan utara Yordania, Turki dan Libanon.

Dua orang dilaporkan tewas akibat cuaca buruk di Libanon termasuk diantaranya seorang bayi yang tersapu banjir bandang.

Empat orang lainnya tewas di Tepi Barat, juga akibat banjir parah yang disebabkan oleh cuaca buruk.

Di Mesir, empat wisatawan Prancis terluka setelah kendaraan mereka terguling di jalan pegunungan yang tertutup salju di Semenanjung Sinai.

Ganggu ekonomi

Sedangkan di Yordania, polisi mengatakan salju telah menutup jalan-jalan di kota Amman dan kawasan lainnya.

Raja Abdullah II telah memerintahkan militer untuk membantu pemerintah daerah setempat untuk membuka jalan dan menyelamatkan korban yang terdampar akibat kondisi buruk.

Pemadaman listrik berlangsung di Libanon, Yordania dan Israel.

Salju turun setelah hujan lebat dan badai angin melintas kawasan Timur Tengah dan badan meteorologi menggambarkannya sebagai badai terburuk yang menghantam kawasan dalam 10 tahun terakhir.

Badai juga menyebabkan ekonomi terganggu. Asosiasi Manufaktur Israel memperingatkan bahwa industri negara itu mengalami kerugian sebesar 300 juta shekels atau sekitar Rp774 miliar, mayoritas akibat banjir besar.

Berita terkait