Bom di Pakistan tewaskan 81 orang

  • 11 Januari 2013
quetta bom
Image caption Bom meledak di kawasan hiburan yang biasa dipenuhi oleh Muslim Syiah.

Ledakan ganda di kota Quetta, Pakistan menewaskan 81 orang dan melukai lebih dari 120 lainnya.

Kebanyakan korban ditimbulkan oleh ledakan kedua di sebuah gedung biliar saat polisi dan media tengah bergegas ke lokasi.

Kawasan yang dibom ini didominasi oleh Muslim Syiah, dan kelompok ekstremis Suni, Lashkar-e-Jhangvi, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebelumnya, sebuah bom meledak di sebuah pasar dan menewaskan 11 orang dan 27 orang terluka.

Dalam serangan ini seorang juru bicara kelompok milisi lainnya, the United Baloch Army, mengaku bertanggung jawab atas serangan.

Di kawasan ini memang dipenuhi dengan kekerasan pemberontak separatis dan pertikaian antara Suni dan Syiah.

Taliban dan kelompok paramiliter pendukung juga sering melakukan serangan di kawasan ini terutama di kawasan dekat perbatasan Afghanistan.

Wartawan tewas

Seorang pejabat senior kepolisian, Hamid Shakil, kepada kantor berita Agence France-Presse mengatakan bahwa bom pertama meledak di gedung biliar di Jalan Alamdar dan bom kedua meledak 10 menit kemudian saat tim penyelamat, polisi dan wartawan tiba di lokasi.

Bom pertama diyakini dibawa oleh seorang pejalan kaki pelaku bom bunuh diri, sementara yang kedua berasal dari bom mobil.

Korban tewas termasuk setidaknya dua wartawan dan empat pekerja organisasi penyelamat swasta, the Edhi Foundation. Lima polisi juga turut menjadi korban tewas.

Menteri Dalam Negeri Akbar Durrani mengatakan kawasan yang dibom ini didominasi oleh kaum minoritas Muslim Syiah. Dan kepolisian menyebut kebanyakan korban adalah warga Syiah.

Lashkar-e-Jhangvi, selaku pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam serangan ini memang dikenal sering melakukan serangan dengan target Syiah Hazara.

Seorang pejabat senior pemerintahan kepada BBC mengatakan bahwa dia meyakini pemboman ini merupakan reaksi dari dua insiden Rabu lalu, yaitu penembakan ulama Suni dan penyitaan senjata dan amunisi dari tempat persembunyian Lashkar-e-Jhangvi.

Bom di Mingora

Di hari yang sama, kamis, setidaknya 21 orang juga tewas dan 80 lainnya terluka dalam ledakan di dekat Mingora, kawasan lembah Swat, Pakistan.

Ledakan terjadi saat tengah berlangsung pertemuan keagamaan.

Awalnya polisi menduga ledakan akibat bocoran tabung gas, tetapi kemudian diralat dan menyebutnya sebagai ledakan bom.

Swat telah dikuasai oleh militer Pakistan sejak Taliban berhasil dipukul mundur dari kawasan ini pada tahun 2009, tetapi militan masih sering melakukan serangan, yang paling terkenal adalah insiden penembakan terhadap aktivis perempuan, seorang pelajar Malala Yousufzai, Oktober silam.

Berita terkait