Syiah Quetta tolak kuburkan korban bom

quetta
Image caption Korban tewas dibariskan dan tidak akan dikubur sampai ada jaminan keamanan dari pemerintah.

Komunitas muslim Syiah Pakistan menolak menguburkan korban tewas dalam ledakan bom di Quetta sebagai bagian dari protes terkait lemahnya perlindungan keamanan.

Para pemimpin Syiah menolak untuk menguburkan korban tewas sampai ada peningkatan keamanan.

Korban tewas dalam serangkaian ledakan di Quetta, provinsi Balochistan Kamis lalu mencapai 119 jiwa.

Kelompok milisi Suni Lashkar-e-Jhangyi mengaku bertanggung jawab dalam serangan mematikan tersebut.

Serangan terburuk di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir ini berlangsung di gedung biliar pada Kamis malam di Jalan Alamdar, Quetta.

Satu orang melakukan aksi bunuh diri dan sebuah bom meledak beberapa menit kemudian saat lokasi dipenuhi polisi, tim penyelamat dan media.

Kawasan Quetta selama ini dikenal dengan wilayah yang didominasi oleh Syiah Hazara.

Jaminan keamanan

Anggota komunitas Syiah, Jumat kemarin membariskan peti jenazah di jalanan, menolak menguburkan para korban tewas.

Presiden Konferensi Syiah, Syed Dawood Agha, kepada BBC mengatakan bahwa komunitasnya tidak akan menguburkan korban tewas sampai militer memberikan jaminan keamanan di kota tersebut.

Salah satu keluarga korban, Fida Hussain, mengatakan: ''Kami menginginkan keamanan bagi kami, dan semua kebijakan keamanan harus diberikan untuk menjamin keamanan kami. Kami tidak akan menguburkan mereka sampai pemerintah memenuhi semua permintaan kami.''

Salah satu korban tewas dalam insiden ini adalah aktivis HAM asal Quetta, Irfan Ali, yang turut menjadi korban akibat ledakan kedua saat menolong korban ledakan pertama.

Seorang warga lainnya, Abbas Ali, mengatakan: ''Pemerintah ini sepenuhnya gagal melindungi kami. Bagaimanapun juga kami akan mendapatkan kompensasi untuk kerugian kami, tetapi mereka yang tewas tidak akan pernah kembali.''

Pemimpin penting Syiah Maulana Amin Shaheedi mengecam panglima militer Jenderal Kayani yang dianggap tidak melakukan tindakan apapun.

Dia mengatakan: ''Saya tanya kepada panglima militer: 'Apa yang sudah anda lakukan selama tiga tahun menjabat? Apa yang anda berikan kepada kami selain lebih banyak lagi kematian?''.

Aksi protes dari kaum Syiah juga berlangsung di kota pelabuhan Karachi mengungkapkan kemarahan mereka atas insiden pemboman terburuk tersebut.

Berita terkait