PM India peringatkan Pakistan soal Kashmir

Perdana Menteri India, Manmohan Singh.
Image caption Manmohan Singh memperingatkan Pakistan saat merayakan Hari Tentara Nasional India.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh mengatakan hubungan India dengan Pakistan tidak seperti biasa lagi setelah kontak senjata menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Dia mengatakan kematian dua tentara India -dan salah seorang dipancung- dalam insiden pekan lalu tidak bisa diterima.

"Setelah tindakan barbarik itu, tidak bisa lagi berurusan seperti biasa dengan Pakistan. Yang terjadi di LoC (garis perbatasan di Kashmir) tidak bisa diterima."

"Saya berharap Pakistan menyadari ini. Saya berharap Pakistan akan membawa pelakunya untuk diadili," tuturnya saat peringatan Hari Tentara Nasional India, Selasa 15 Januari.

Pernyataan Singh disampaikan sehari setelah Kepala Staf Angkatan Darat India, Jenderal Bikram Singh, memerintahkan para komandannya menanggapi secara agresif setiap tembakan dari tentara Pakistan di kawasan Kashmir.

Hari Senin (14/01) para komandan militer melakukan pertemuan di kawasan perbatasan namun tidak ada rincian tentang hal yang dibicarakan maupun hasilnya.

Dua perang

Ketegangan antara India dan Pakistan berawal dari kontak senjata di kawasan yang dipersengketakan kedua negara pada Minggu 6 Januari, yang menewaskan dua tentara Pakistan.

Baik pemerintah Delhi mapun Islamabad sudah memanggil duta besar di negara masing-masing untuk menyampaikan protes atas kekerasan yang menewaskan tentara mereka.

Kedua negara bertetangga ini sudah dua kali terlibat perang untuk memperebutkan Kashmir.

Gencatan senjata dicapai di sepanjang garis perbatasan yang disebut LoC pada tahun 2003.

Ribuan orang tewas di kawasan Kashmir yang dikuasai India sejak pemberontakan bersenjata melawan kekuasaan India marak tahun 1989.

India sempat merencanakan untuk memberikan visa kedatangan untuk kaum manula Pakistan di perbatasan Wagah -yang merupakan sebuah terobosan dalam hubungan kedua negara- namun rencana itu kini sudah ditunda.

Berita terkait