Puluhan anggota kelompok terlarang Turki ditangkap

  • 18 Januari 2013
Polisi Turki
Image caption Penangkapan berlangsung di sejumlah kota, antara lain ibukota Ankara dan Istanbul.

Kepolisian Turki menangkap sekitar 85 orang yang dituduh menjadi anggota kelompok beraliran Marxisme yang dilarang.

Helikopter digunakan dalam operasi penangkapan yang berlangsung di beberapa tempat di Turki, antara lain di ibukota Ankara, Istanbul, dan Izmir.

Mereka yang ditangkap -termasuk 15 pengacara- diduga merupakan anggota Barisan Pembebasan Rakyat Revolusioner, DHKP-C, yang dianggap bertanggung jawab atas serangkaian serangan kekerasan di Turki sejak tahun 1970-an.

Harian Hurriyet melaporkan 15 pengacara itu berasal dari sebuah kantor hukum di Istanbul yang serang membela para pegiat politik beraliran kiri.

Laporan-laporan menyebutkan puluhan yang ditangkap karena 'menyampaikan instruksi' dari pemimpin mereka yang ditahan kepada para 'militan'.

Menentang keanggotaan NATO

Operasi penangkapan besar-besaran ini dikecam oleh Asosiasi Pengacara Turki, CHD, yang menuduh pemerintah Turki menyerang lembaga maupun individu yang menentang sistem serta memperjuangkan demokrasi dan kebebasan.

DHKP-C menentang keanggotaan Turki Di NATO dan hal-hal yang dianggap sebagai cerminan dari imperialisme Barat.

Di masa lalu kelompok ini menyerang sasaran militer maupun pemerintah dan dituduh bertanggung jawab atas kematian puluhan warga, antara lain dua pensiunan jenderal, mantan menteri kehakiman, dan seorang pengusaha ternama.

Mereka juga disebut berada di belakang serangan bom bunuh diri di Istanbul pada 11 September 2012 yang menewaskan seorang polisi.

Amerika Serikat dan Uni Eropa menempatkan DHKP-C sebagai organisasi teroris.

Berita terkait