Tiga warga Inggris tewas di Aljazair

David Cameron
Image caption PM David Cameron mengatakan teroris bertanggung jawab terhadap korban tewas dalam serangan brutal di Aljazair.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan tiga warga negara Inggris dipastikan telah terbunuh, tiga lainnya diduga juga tewas dalam aksi penyerangan dan penyanderaan yang terjadi Aljazair hari pekan lalu.

Cameron juga mengatakan diyakini ada satu orang lagi warga Inggris, yang diduga tewas akibat peristiwa ini.

Kementerian Luar Negeri mengatakan pasca kejadian itu mereka masih belum mengetahui berapa jumlah pasti warga selamat dalam peristiwa itu namun sebagian dari mereka dilaporkan telah kembali ke Inggris semalam waktu setempat.

Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris juga menjelaskan bahwa jumlah korban tewas yang diumumkan oleh Perdana Menteri Cameron termasuk satu orang yang tewas pada hari Rabu saat teroris mulai melakukan aksi serangan mereka.

Dalam insiden penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok militan itu setidaknya ada 23 sandera yang tewas sementara di kubu kelompok penyandera menurut pemerintah Aljazair ada 32 orang yang tewas.

Serangan pengecut

"Saya tahu seisi negeri seperti saya ingin menyampaikan dukacita kepada keluarga yang mengalami cobaan berat dan kini harus menghadapi hidup tanpa didampingi lagi orang-orang tersayang mereka," kata Cameron.

Cameron mengatakan saat ini prioritas pemerintah Inggris adalah memulangkan warganya yang selamat dalam aksi penyanderaan tersebut dari Aljazair.

Dia juga mengatakan akan menanyakan tentang respon pemerintah Aljazair dalam menangani krisis tersebut, namun dia juga menambahkan bahwa yang bertanggung jawab dalam serangan ini adalah kelompok teroris.

"Yang bertanggung jawab terhadap kematian para korban ini adalah kelompok teroris yang melakukan serangan brutal dan seperti pengecut."

Krisis penyanderaan ini berawal pada hari Rabu saat kelompok militan menyerang dua bus yang membawa pekerja asing ke lokasi terpencil di tenggara Aljazair itu.

Mereka kemudian juga membawa warga Aljazair dan pekerja asing ke dalam kompleks pengolahan gas alam yang kemudian dikepung oleh tentara Aljazair.

Pasukan Aljazair kemudian melancarkan seranagn pada hari Kamis (17/01) saat kelompok militan itu berupaya untuk memindahkan sejumlah sandera.

Berita terkait