Perundingan tidak akan selesaikan Suriah

  • 22 Januari 2013
Saud al-Faisal
Saud al-Faisal meminta pemberontak Suriah dipersenjatai.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal, mengatakan perang saudara di Suriah tidak bisa diakhiri melalui perundingan damai.

"Damaskus dihujani bom. Bagaimana mungkin mencapai kesepakatan damai dengan pihak yang mengebom negara dan rakyatnya sendiri?" kata Pangeran Saud dalam konferensi pers KTT Arab di Riyadh, hari Selasa (22/01).

KTT yang banyak membahas pembangunan ekonomi ini tidak dihadiri oleh Suriah.

Saudi, pengekspor minyak terbesar di dunia, memimpin upaya Arab mengisolasi pemimpin Suriah, Bashar al-Assad, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Iran.

PBB mengatakan konflik bersenjata di Suriah telah menewaskan 60.000 orang dan memaksa 650.000 mengungsi sejak Maret 2011.

Bantuan senjata

Tahun lalu Pangeran Saud al-Faisal mengatakan pemberontak di Suriah harus dipersenjatai.

Namun kelompok-kelompok pemberontak gagal membentuk satu fron bersama untuk menguasai dan menjalankan wilayah-wilayah yang mereka rebut, yang membuat masyarakat internasional khawatir situasi ini hanya akan menguntungkan kelompok Islam radikal.

Pangeran Saud mengatakan Dewan Keamanan PBB harus segera mengambil langkah untuk mengakhiri krisis di Suriah.

Dua anggota tetap Dewan Keamanan, Rusia dan Cina, sejauh ini menolak mengisolasi Presiden Assad.

Para pejabat negara-negara Barat mengatakan negara-negara kaya di Teluk telah mengirim material dan dana ke pemberontak, namun sejauh ini tidak ada bantuan persenjataan.

Berita terkait