India serukan hukuman berat untuk pemerkosa

Protes kasus perkosaan di India
Image caption Kasus perkosaan beramai-ramai ini menimbulkan protes besar.

Komisi yang dibentuk pemerintah India untuk meneliti hukum pidana terkait perkosaan beramai-ramai, merekomendasikan penerapan hukuman bagi pelaku.

Selain penerapan hukuman, komisi juga mengusulkan sidang kilat untuk kasus perkosaan serta merombak hukum pidana guna melindungi wanita.

Komisi ini dibentuk untuk menyelidiki perkosaan terhadap seorang wanita di Delhi bulan lalu yang berakibat fatal.

Panel anggota komisi yang dipimpin Hakim JS Verma mengatakan mereka menerima lebih dari 80.000 usulan dari warga dan aktivis di India serta luar negeri.

Hakim Verma mengkritik langkah polisi dalam menangani kasus ini dan menyatakan undang-undang yang ada harus diterapkan secara benar tanpa adanya campur tangan politik.

Polisi ditindak

"Kami harap parlemen akan menerapkan rekomendasi yang diajukan komite dan dijadikan undang-undang," kata Verma seperti dikutip kantor berita AP.

Komisi juga merekomendasikan agar polisi dan pejabat lain yang tidak bertindak dalam kasus pemerkosaan beramai-ramai bulan lalu, harus dihukum.

Hakim Verma juga menyatakan penentangan atas perdagangan anak dan kejahatan seksual yang dilakukan oleh personel angkatan bersenjata India.

Sementara Gobal Subramanium, anggota Komisi Verma, mengatakan kepada kantor berita AFP hukuman maksimal bagi pelaku perkosaan beramai-ramai harus ditingkatkan menjadi seumur hidup.

Kantor Perdana Menteri Manmohan Singh belum mengeluarkan komentar atas rekomendasi itu.

Ia menyerukan sidang kilat atas kasus perkosaan yang menimbulkan protes besar di India itu serta menetapkan batas waktu untuk kasus-kasus kejahatan terhadap perempuan.

Berita terkait