Koalisi Netanyahu menang tipis

Pemilu Israel
Image caption Pemilu Israel diikuti oleh 32 partai politik dan menimal memperoleh 2% suara.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji untuk membentuk "pemerintahan yang sebesar-besarnya" setelah sekutunya menang tipis dalam pemilu.

Dari penghitungan hasil pemilu diperkirakan blok sayap kanan Netanyahu akan memperoleh 31 kursi di parlemen, turun dari dari sebelumnya 42 kursi.

Pernyataan Netanyahu disampaikan tak lama setelah pemungutan suara berakhir pada Selasa (22/1), Netanyahu mengucapkan terimakasih kepada para pemilih "atas kesempatan untuk memimpin Israeal untuk ketiga kalinya."

PM Israel ini juga berjanji untuk menggandeng mitra sebanyak mungkin dalam koalisi.

"Besok kita akan memulai yang baru," kata dia.

Netanyahu menyatakan tantangan pertama pemerintah adalah langkah untuk mencegah Iran menggunakan senjata nuklirnya.

Kemudian prioritas utamanya, adalah menstabilisasi ekonomi, berupaya untuk mewujudkan perdamaian di kawasan, persamaan dalam pelayanan militer dan sipil dan mengurangi biaya hidup.

Netanyahu diperkirakan akan bergabung dengan partai nasionalis baru, Habayit Hayehudi yang diperkirakan memperoleh 12 kursi.

Kejutan terjadi pada pemilu Israel, yaitu partai Yesh Atid meraih perolehan suara terbanyak kedua dengan perkiraan jumlah kursi 18-19, diikuti oleh Partai Buruh dengan 17 kursi.

Analis memperkirakan adanya negosiasi politik dalam pembentukan kabinet baru.

Mereka mengatakan masih ada kemungkinan bahwa blok Netanyahu justru akan berakhir menjadi oposisi.

Tiga puluh dua partai ikut dalam pemilu yang menggunakan sistem proporsional representatif untuk memperebutkan 120 kursi di parlemen Israel, Knesset.

Partai-partai harus mendapatkan suara setidaknya 2% dari total jumlah suara untuk memperoleh kursi.

Hasil penghitungan akhir diperkirakan akan selesai pada Rabu, dan secara resmi akan diumumkan pada 30 Januari.

Berita terkait