Burma selidiki korupsi di Kementerian Telekomunikasi

Pekerja di Burma
Image caption Telekomunikasi menjadi sektor yang menggiurkan di tengah upaya Burma membuka diri.

Pemerintah Burma mengatakan sedang melakukan penyelidikan tentang dugaan korupsi di Kementerian Telekomuniasi, sektor menguntungkan ketika negara itu membuka diri.

Laporan-laporan menyebutkan mantan Menteri Komunikasi, Pos dan Telegraf, Thein Tun, adalah salah satu dari sekitar 50 pejabat yang diselidiki.

Thein Tun mengundurkan diri bulan ini dan tercatat sebagai menteri kabinet pertama di pemerintahan sipil pimpinan Presiden Thein Sein yang diselidiki sejak berkuasa dua tahun lalu.

Penyelidikan dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Inspektorat Jenderal.

Juru bicara presiden Ye Htut membenarkan penyelidikan di Kementerian Telekomunikasi sedang dilakukan, tetapi dia tidak bersedia memberikan rincian lebih lanjut.

"Benar saat ini sedang diadakan penyelidikan terkait kegiatan telekomunikasi Burma tetapi saya tidak bisa membeberkan rinciannya karena penyelidikan sedang berlangsung," kata Ye Htut seperti dilaporkan kantor berita AP.

Indikator kunci

Penyelidikan korupsi sangat jarang dilakukan di Burma ketika masih diperintah oleh militer selama 49 tahun sebelum berakhir pada Maret 2011.

Namun Presiden Thein Sein telah berjanji memberantas korupsi di jajaran pemerintah.

Reformasi pasar telekomunikasi dipandang sebagai indikator kunci mengenai komitmen Burma untuk meliberalisasi ekonomi.

Dalam pidato Desember lalu, Thein Sein mengecam birokrasi yang dipenuhi dengan korupsi dan penyuapan.

Dua hal itu ditambah birokrasi yang tidak efisien, lanjutnya, menghambat proses reformasi.

Dia juga mengeluh negaranya masih berada di bawah standar internasional dalam hal tata kelola pemerintahan yang baik.

Berita terkait