Ibu yang putrinya dipancung tolak santunan Arab Saudi

Rafeena Nafeek
Image caption Rafeena Nafeek mengaku putrinya dipancung dari media, bukan pemberitahuan resmi Arab Saudi.

Ibu Sri Lanka yang anaknya dipancung di Arab Saudi secara terbuka menolak santunan yang ditawarkan pemerintah negara itu dengan alasan tidak mau menerima apapun dari "negara yang membunuh anak saya".

Rafeena Nafeek menyampaikan hal itu setelah putrinya, Rizana, yang bekerja di Arab Saudi dipancung karena dinyatakan bersalah membunuh bayi yang diasuhnya.

Meskipun menolak santunan Arab Saudi, keluarga Nafeek menerima bantuan yang diberikan oleh Presiden Sri Lanka pada Selasa (22/01) sebesar US$7.000.

Rafeena Nafeek mengaku telah memaafkan orang-orang yang bersikeras putrinya dihukum mati dengan cara dipancung.

"Tidak perlu menyalahkan siapapun, Rizana telah pergi," tuturnya kepada BBC.

Keinginan pendidikan

Ia dan suaminya datang ke ibukota Sri Lanka dari rumah mereka di Sri Lanka timur dua minggu setelah putri mereka dieksekusi. Rafeena Nafeek mengatakan keluarga mengetahui nasib Rizana dari media.

"Bahkan permintaan kami agar jenazah dipulangkan ke Sri Lanka ditolak."

Ia yakin anaknya tidak bersalah dan keliru dinyatakan membunuh bayi majikan pada 2005.

Pemerintah Arab Saudi mengatakan Razina tidak bisa mendapat pengampunan karena orang tua bayi menginginkan hukuman pancung diterapkan.

Rafeena menyerukan kepada keluarga-keluarga miskin agar tidak mengirim anak mereka menjadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi atau negara lain.

Sebaliknya, lanjut ibu yang menangis dalam wawancara dengan BBC, keluarga harus mendidik anak-anak. Keinginan itu juga pernah diungkapkan oleh Rizana sebelum pemancungannya.

Berita terkait