Pemimpin Sunni Irak ancam serang tentara

  • 26 Januari 2013
Irak
Image caption Bentrokan dengan tentara disebutkan menewaskan lima orang dan dua tentara

Pemimpin Sunni di Anbar mengancam untuk menyerang tentara di bagian barat Irak, menyusul tewasnya lima pengunjuk rasa di Fallujah.

Pengunjuk rasa anti pemerintah tewas dan 60 orang terluka dalam bentrokan dengan tentara setelah sholat Jumat (25/1).

Pemimpin Suku mengatakan mereka telah memberikan pemerintah waktu selama satu pekan untuk menahan para tentara yang bertanggung jawab terhadap peristiwa penembakan para demonstran.

Mereka mengatakan akan menyerang unit dan pos militer di seluruh provinsi.

Unjuk rasa yang dilakukan pada Jumat merupakan konfrontasi yang pertama dengan tentara, sejak protes massa menentang pemerintahan Syiah mulai terjadi sejak lima pekan lalu di Baghdad dan Irak bagian barat.

Para pemrotes menuduh pemerintah bertindak diskriminatif terhadap Arab Sunni, dan mengatakan mereka diperlakukan seperti warga negara kelas dua, dan meminta Perdana Menteri Nouri Maliki, yang merupakan Arab Syiah, mengundurkan diri.

'Jihad'

Sheikh Ahmed Abu Risha, pemimpin Sahwa atau Dewan kebangkitan di Anbar - sebuah kelompok yang berperan penting dalam perang melawan al-Qaeda di Irak - mengatakan para pemimpin suku ingin memberikan pemerintah pusat waktu selama satu pekan untuk bertanggung jawab terhadap kematian pengunjuk rasa.

"Jika pemerintah tidak memenuhi permintaan kami, kami akan melakukan jihad untuk menentang unit dan pos militer di anbar," kata Risha, yang membacakan pernyataan dari sebuah podium di lapangan utama Fallujah.

"Tidak ada alasan apapun untuk menembak demonstran. Dan kami akan menargetkan pos tentara di seluruh kota di provinsi jika pemerintah mengabaikan permintaan kami," kata dia kepada BBC.

Sheikh Abu Risha mengatakan para tentara itu harus dibawa ke pengadilan di Anbar, karena proses hukum di ibukota Baghdad, telah dipolitisasi.

Unjuk rasa di Fallujah dilakukan di sejumlah tempat yang dihuni mayoritas Sunni.

Bentrokan terjadi setelah unit militer menghentikan para pengunjuk rasa yang ingin bergabung dengan demonstrasi di pusat kota.

Kemudian, pemrotes melemparkan botol yang berisi air dan batu ke pasukan tentara, yang kemudian menembak ke arah mereka.

Tidak diketahui secara pasti apakah tentara menembak secara langsung ke arah pengunjuk rasa atau ke udara.

Militer mengatakan para pemrotes mencoba untuk memutus jalan internasional yang menghubungkan Irak dengan negara tetangga Yordania dan Suriah.

Polisi mengatakan kepada BBC bahwa, para pelaku bersenjata menyerang pos perbatasan tentara di distrik al-Setcher, bagian utara Fallujah.

Associated Press memberitakan seorang pejabat polisi menyebutkan dua tentara tewas dalam peristiwa tersebut.

Protes anti pemerintah dimulai sejak pertengahan Desember lalu, tak lama setelah penahanan sejumlah pengawal Menteri keuangan Rafie al-Issawi, yang merupakan tokoh Sunni arab yang merupakan anggota kabinet.

Berita terkait