Remaja tersangka pemerkosaan disidang di pengadilan anak

Protes menentang pemerkosaan di India
Image caption Pemerkosaan beramai-ramai di bus Delhi menyulut kemarahan besar di India.

Panel juri di ibukota India, Delhi, memutuskan bahwa remaja tersangka dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan mahasiswa di bus bulan lalu akan disidang sebagai anak-anak.

Para pejabat India mengatakan panel juri telah mempelajari dokumen-dokumen yang diserahkan oleh sekolah tersangka.

Setelah melakukan verifikasi, pada Senin (28/01) juri memutuskan tersangka yang merupakan tersangka keenam dalam kasus pemerkosaan beramai-ramai terhadap mahasiswa itu berusia 17 tahun.

Dengan putusan itu maka tersangka akan disidang di pengadilan anak dan bila dinyatakan bersalah terancam hukuman maksimal tiga tahun penjara di penjara anak.

Ibu korban pemerkosaan mengatakan dia merasa marah setelah diberitahu bahwa remaja itu memperkosa putrinya tetapi dia juga merasa patah hati.

Disidang bersama

Wartawan BBC di Delhi Sanjoy Majumder mengatakan remaja laki-laki tersebut meninggalkan desanya beberapa tahun lalu untuk mencari kerja di Delhi dan dilaporkan sebagai salah seorang penyerang paling brutal di antara enam tersangka penyerang.

Kedua orang tua korban sebelumnya menyerukan agar tersangka remaja itu disidang bersama lima terdakwa lainnya.

Kelima terdakwa menghadapi hukuman mati dengan digantung bila dinyatakan bersalah.

Korban, mahasiswi berusia 23 tahun, diperkosa beramai-ramai di bus pada tanggal 16 Desember 2012 ketika pulang dari menonton bioskop. Tiga belas hari kemudian korban meninggal dunia akibat luka-luka yang dialaminya.

Pemerkosaan tersebut menggemparkan seluruh India dan menyulut perdebatan sengit mengenai kejahatan terhadap perempuan yang marak di negara itu.

Berita terkait