Tujuh awak kapal Indonesia masih dicari

Helikopter dan kapal
Image caption Helikopter dan kapal dikerahkan untuk mencari 15 awak termasuk dari Rusia yang masih hilang.

Empat warga Indonesia yang bekerja sebagai awak kapal pencari ikan yang tenggelam di Rusia tengah dirawat di rumah sakit sementara tujuh lainnya masih dicari, menurut keterangan kedutaan Indonesia di Moskow.

"Kita baru mengetahui empat ABK (anak buah kapal) dari kapal penangkap ikan Shans 101 yang selamat, dari 11 dari yang dikabarkan berada di kapal itu," kata pejabat penerangan KBRI di Moskow, Lailal Khairiyah Yuniarti kepada BBC Indonesia pada Selasa (29/01).

"Empat awak yang selamat tengah dirawat di rumah sakit di Shakalin, sementara tujuh lainnya masih dicari," tambah Lailal.

Kapal penangkap ikan itu - dengan 30 awak termasuk 19 warga Rusia dan 11 Indonesia- tenggelam di Laut Jepang di lepas pantai Rusia hari Minggu lalu karena hantaman ombak dan berhasil diselamatkan pada hari Senin oleh awak kapal barang yang lewat.

Sementara awak Rusia yang selamat dilaporkan berjumlah 11 orang sehingga jumlah total yang hilang termasuk awak Indonesia 15 orang.

Juru bicara badan penyelidik transportasi Rusia, Natalya Salkina, mengatakan seperti dikutip kantor berita AFP delapan orang dipastikan meninggal sejauh ini.

Belum berkomunikasi

"Delapan belas orang berada dalam kapal karet untuk menyelamatkan diri dan delapan di antara mereka meninggal karena hypothermia (kedinginan). Jenazah awak dibuang ke laut," kata Natalya Salkina, juru bicara badan penyelidik mengutip korban selamat.

Ia mengatakan 10 orang yang menyelamatkan diri dibantu oleh kapal kargo Rusia dan dibawa ke Sakhalin.

Sementara lima korban selamat lain diangkut oleh kapal pukat.

Badan penyelidik transportasi juga mengatakan akan memeriksa apakah para awak bekerja secara legal atau tidak.

Pejabat KBRI Lailal mengatakan belum berkomunikasi dengan empat awak Indonesia yang dirawat.

Berita terkait