Mantan Presiden Kirgistan dihukum 24 tahun penjara

  • 12 Februari 2013
Unjuk rasa di Bishkek, Kirgistan.
Image caption Unjuk rasa keluarga korban yang tewas dalam unjuk rasa menentang Presiden Kurmanbek Bakiyev.

Pengadilan militer Kirgistan menjatuhkan hukuman penjara secara in absentia kepada mantan Presiden Kurmanbek Bakiyev dan saudaranya, Janysh.

Keduanya dinyatakan bersalah dalam serangkaian pembunuhan, termasuk pembunuhan seorang pejabat tinggi pemerintahan pada tahun 2009.

Kurmanbek Bakiyev digulingkan lewat revolusi berdarah pada tahun itu juga setelah berkuasa selama lima tahun, yang diwarnai dengan korupsi meluas oleh anggota keluarganya.

Dia dijatuhi hukuman 24 tahun penjara sedangkan Janysh -yang pernah memimpin pasukan pengawal pemerintah- diganjar dengan hukuman seumur hidup.

Mereka kini tinggal di Belarus, yang sejauh ini menolak untuk mengekstradisi mereka ke Kirgistan.

Kasus dibuka kembali

Salah satu kasus yang dituduhkan kepada Kurmanbek dan Janysh adalah pembunuhan atas Medet Sadyrkov, yang saat itu menjabat Kepala Administrasi Kepresidenan.

Bersama dengan dua rekannya, dia ditemukan tewas Maret 2009 dalam sebuah mobil dengan sejumlah luka bakar dan pemerintah sempat mengatakan penyebabnya adalah kecelakaan lalu lintas.

Namun muncul keraguan atas penyebab kematian ketiganya dan setelah Presiden Bakiyev digulingkan, kasus tersebut dibuka kembali.

Tahun 2012 lalu, beberapa aparat keamanan sudah dijatuhi hukuman karena terbukut terlibat dalam pembunuhan Sadyrkulov.

Laporan-laporan menyebutkan saat itu Sadyrkulov baru kembali dari Kazakstan untuk mengumpulkan jutaan dolar guna mendanai perlawanan untuk menjatuhkan Bakiyev.

Berita terkait