Pengunjuk rasa remaja tewas tertembak di Bahrain

Unjuk rasa di Bahrain
Image caption Protes diserukan kelompok oposisi untuk menandai dua tahun perlawanan antipemerintah.

Seorang remaja pria tewas tertembak dalam unjuk rasa memperingati dua tahun maraknya aksi perlawanan atas penguasa Bahrain.

Dalam unjuk rasa antipemerintah tersebut, terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan pemerintah di sebuah kampung di pinggiran ibukota Manama.

Berbagai laporan dan saksi mata menyebutkan polisi melepas tembakan dan gas airmata untuk membubarkan para pengunjuk rasa, yang melempari batu dan bom botol mapun menutup jalan-jalan.

Kementrian Dalam Negeri Bahrain dalam pesan Twitter mengukuhkan satu orang yang yang luka dibawa ke rumah sakit al-Salmaniya dan meninggal dunia.

Ditambahkan bahwa jaksa penuntut sudah mendapat informasi tentang kematian itu.

Sebuah blog internet milik kelompok oposisi al-Wefaq menyebutkan remaja yang tewas itu bernama Hussein al-Jaziri dan mereka menyebutnya sebagai martir, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Disebut martir

Kelompok oposisi menyerukan unjuk rasa nasional pada hari ini, Kamis 14 Februari, dan Jumat besok untuk memperingati dua tahun maraknya perlawanan antipemerintah, yang berawal pada unjuk rasa di Lapangan Mutiara di Manama pada 14 Februari 2011.

Sekitar sebulan kemudian, aparat keamanan menyerbu para pengunjuk rasa di lapangan tersebut dan para pegiat hak asasi manusia memperkirakan 80 orang tewas dalam unjuk rasa sejauh ini.

Awal Januari pengadilan tertinggi Bahrain mengukuhkan hukuman bagi 13 aktivis yang dinyatakan bersalah karena ambil bagian dalam protes menentang pemerintah tahun 2011.

Mereka diganjar hukuman penjara mulai dari 15 tahun hingga seumur hidup dan vonis ini dikecam pegiat hak asasi internasional.

Berita terkait