Pemberontak Farc batal bebaskan sandera

  • 15 Februari 2013
red cross
Image caption Palang Merah Internasional semestinya menjemput sandera Kamis kemarin.

Kelompok pemberontak terbesar Kolombia, Farc, menunda pembebasan tiga sandera.

Penundaan ini terjadi karena Farc dilaporkan menolak kehadiran media di lokasi pembebasan.

Presiden Juan Manuel Santos menyatakan hal itu sebagai ''alasan yang tidak bisa diterima'' dan mendesak pembebasan segera.

Pemberontak sayap kiri ini awalnya menyatakan akan membebaskan sandera - dua polisi pada Kamis dan seorang tentara, Sabtu.

Farc berencana melepaskan para sandera ini di kawasan Cauca.

Akibat liputan media

Tetapi kehadiran tim liputan media membuat mereka membatalkan rencana, demikian kata seorang perwakilan Palang Merah Internasional selaku juru mediasi kepada wartawan.

Pembatalan ini memancing amarah Presiden Santos.

''Tidak ada yang paham bahwa karena kehadiran sedikit media, sesuatu yang berada diluar kontrol pemerintah, mereka tetap menahan sandera dari kemerdekaan mereka,'' katanya.

Palang Merah Internasional yang ditunjuk sebagai pihak yang menjemput tahanan mengatakan pemberontak Farc tidak mengumumkan tanggal baru untuk pembebasan sandera.

Meski pembicaraan damai masih berlangsung diantara pemberontak dengan pemerintah tetapi ketegangan diantara dua pihak semakin meningkat sejak Farc mengakhiri gencatan senjata unilateral.

Rabu kemarin, sedikitnya tujuh tentara Kolombia tewas dan lima lainnya terluka dalam bentrokan dengan pemberontak.

Pertikaian Farc dengan pemerintah Kolombia telah berlangsung selama hampir lima dekade, tetapi sejumlah pembicaraan damai selalu berakhir buntu.

Berita terkait