Korban bom dimakamkan setelah beberapa hari

  • 20 Februari 2013
Protes menuntut perlindungan bagi suku Hazara
Image caption Suku Hazara menuntut perlindungan dan merasa penderitaan mereka diabaikan.

Hampir 90 jenazah korban pengeboman di Quetta, Pakistan barat daya, akhirnya dikuburkan secara massal setelah sebelumnya para keluarga korban menolak menguburkan sebelum para pelaku ditangkap.

Sebanyak 89 jenazah dikuburkan di liang memanjang di makam komunitas syiah di kota itu, Rabu (20/02).

Namun sekelompok perempuan keluarga korban berusaha menghentikan pemakaman karena mereka merasa pemerintah belum memenuhi semua tuntutan mereka.

Keluarga korban menuntut militer memimpin operasi menangani kelompok-kelompok militan yang bertanggungjawab atas serangan-serangan terhadap minoritas Hazara yang menganut Islam syiah.

Korban tewas dalam serangan di pasar Quetta yang ramai pada Sabtu lalu. Lebih dari 160 orang luka-luka dalam ledakan bom.

Perlindungan minoritas

Seorang pemuka syiah setempat Qayum Changezi mengatakan kekacauan semakin meningkat ketika para perempuan keluarga korban memblokir jalan utama menuju makam.

Mereka juga melemparkan batu ke arah polisi dan pejabat pemerintah.

Aparat keamanan dan pengunjuk rasa mengeluarkan tembakan ke udara tetapi tak seorang pun mengalami luka-luka.

Keluarga korban menolak menguburkan jenazah selama tiga hari dan menggelar unjuk rasa menentang hal yang disebut sebagai kegagalan pemerintah melindungi minoritas syiah di Pakistan.

Kemarin kepolisian Pakistan mengatakan 170 orang ditangkap terkait serangan di pasar Quetta.

Kelompok militan suni Lashkar-e-Jhangvi menyatakan berada di balik pengeboman di daerah yang sebagian penduduknya minoritas syiah.

Berita terkait