Paus pimpin misa minggu terakhir

  • 25 Februari 2013
Paus Benedictus XVI
Paus Benedictus XVI mengatakan tidak akan meninggalkan Gereja dan tetap lanjutkan pelayanan.

Paus Benedictus XVI memberikan pemberkatan Minggu yang terakhir di Vatikan sebelum mundur dari jabatannya pada Kamis (28/2).

Dalam misa di Lapangan St Peter, dia mengatakan kepada ribuan orang yang hadir bahwa keputusannya untuk mundur sebagai Paus, bukan berarti meninggalkan gereja.

Paus Benedictus, yang berusia 85 tahun, mengumumkan pengunduran dirinya pekan lalu, dan mengatakan masalah kesehatan membuat dirinya tak dapat melanjutkan tugas sebagai pemimpin agama Katolik.

Ketika memberikan sambutan dari atas balkon yang menghadap ke Lapangan St Peter, Paus Benedictus menggunakan beberapa bahasa untuk menyapa umat Katolik yang telah datang dalam misa terakhir setelah delapan tahun menjadi pemimpin umat Katolik.

Dia mengatakan keputusannya untuk turun dari tahta suci mengikuti kehendak Tuhan.

"Tuhan meminta saya untuk menaiki gunung - berdoa itu tidak untuk mengisolasi (diri) dari dunia," kata Paus.

"Saya tidak akan meninggalkan Gereja dan akan melanjutkan pelayanan yang sesuai dengan usia dan kekuatan saya," melalui doa dan meditasi, tambah dia.

Paus Benedictus akan hadir di hadapan publik untuk terakhir kalinya sebagai Paus pada Rabu mendatang, sebelum pensiun untuk mengasingkan diri dan berdoa.

Skandal seksual

Para Kardinal dari berbagai negara akan berkumpul untuk memilih Paus yang baru, ditengah munculnya skandal kekerasan seksual yang membayangi proses tersebut.

Total 117 Kardinal yang berusia dibawah 80 tahun dari berbagai negara telah diundang untuk menghadiri konklaf untuk memilih pengganti Paus.

Skandal kekerasan seksual yang melibatkan pemimpin gereja di Skotlandia dan Kardinal AS membayangi pemilihan Paus, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Roma David Willey.

Sejumlah umat Katolik meminta Kardinal Keith O'Brien dari Skotlandia dan Kardinal Mahony dari Los Angeles untuk tidak ikut dalam pemilihan Paus bulan depan.

Kardinal Mahony dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Uskup besar Los Angeles bulan lalu menyusul tuduhan dia melindungi pastur yang diduga melakukan kekerasan seksual.

Kardinal O'Brien membantah tuduhan atas 'tindakan yang tidak pantas' yang dilakukan pada 30 tahun lalu.

Vatikan telah mengumumkan para kardinal memiliki kebebasan dalam pemilih pemimpin umat Katolik yang baru.

Pernyataan yang disampaikan pada Sabtu (23/2), mengkritik laporan media atas pemberitaan yang 'salah' mengenai dugaan intrik dan korupsi di gereja.

Berita terkait