Protes reformasi aturan senjata api AS

Senjata api di AS
Image caption Pemerintah AS berupaya memperketat aturan kepemilikan senjata api.

Para aktivis pro kepemilikan senjata di AS menggelar "sehari untuk perlawanan" menentang rencana reformasi aturan kepemilikan senjata api.

Mereka menyebutkan lebih dari 100 unjuk rasa dilakukan di sejumlah lokasi di AS untuk menentang upaya memperketat kepemilikan senjata.

Pemrotes mengatakan langkah itu melanggar hak konstitusi mereka untuk memiliki senjata api.

Upaya memperketat kepemilikan senjata api oleh pemerintah AS menyusul peristiwa penembakan yang terjadi di sebuah sekolah di Newtown, Connecticut pada Desember lalu, yang menewaskan 20 anak-anak dan enam orang guru.

Presiden AS Barack Obama menginginkan adanya pelarangan terhadap jenis senjata pemburu dan melakukan pengecekan terhadap orang yang membeli senjata.

Para pengunjuk rasa menggunakan kaus yang bergambar ular dan yang bertuliskan : "Jangan menginjak saya!".

Simbol itu diadaptasi dari gerakan Tea Party, seperti disampaikan oleh wartawan BBC di Washington Ben Wright.

"Saya tidak menentang aturan yang memperketat senjata api," kata Dustin Stockton, salah satu penyelenggara protes pada Sabtu (23/2).

"Tetapi yang tidak dapat kami terima adalah pemerintah datang ke rumah kami dan ingin mengetahui secara pasti jenis senjata apa yang kami miliki untuk memenuhi hak mempertahankan diri."

Di Maryland diperkirakan unjuk rasa diikuti oleh 100 orang, sementara di Sarasota, Florida, menurut laporan situs Herald-Tribune memperkirakan sekitar 50 orang ikut dalam protes.

Berita terkait