Tokoh al-Qaeda tewas di Mali

abou zeid
Image caption Abou Zeid dikenal sebagai pemimpin senior al-Qaeda paling bengis di kawasan perbatasan Mali.

Seorang tokoh senior militan al-Qaeda terbunuh dalam pertempuran di Mali utara, demikian dikatakan Presiden Chad Idriss.

Dia mengatakan pasukan tentara negaranya menewaskan Abdelhamid Abou Zeid saat bertempur di kawasan terpencil.

Abdelhamid Abou Zeid diyakini sebagai orang kedua di jaringan al-Qaeda, Islamic Maghreb.

Warga negara Aljazair itu dituduh membunuh dua sandera warga asing - Edwin Dyer warga Inggris di tahun 2009 dan seorang warga Prancis Michel Germaneau setahun berikutnya.

Wartawan BBC di Afrika Barat mengatakan, jika kematian Abou Zeid dikonfirmasi, maka kematiannya justru akan meningkatkan pertanyaan seputar nasib sejumlah sandera Prancis yang ditawan dirinya.

Januari lalu Prancis mengirim sekitar 3.500 tentara ke Mali utara untuk menggulingkan sejumlah kelompok militan Islamis yang menguasai sebagian besar gurun Sahara.

Chad adalah salah satu negara Afrika yang mendukung operasi Prancis.

'Komandan paling bengis'

Setelah menguasai sejumlah kota penting di kawasan, pasukan Prancis dan Chad bertempur dengan militan di pegunungan Adrar des Ifoghas, utara Kidal, tempat dimana para militan kembali berkumpul dalam beberapa pekan.

TV Aljazair Ennahar sebelumnya melaporkan awal pekan ini bahwa Abou Zeid turut tewas bersama 40 militan lainnya di kawasan dekat perbatasan Aljazair.

"Pasukan Chad menewaskan dua pemimpin militan, termasuk Abou Zeid," kata Presiden Deby tanpa memberikan penjelasan rinci.

Pernyataannya ini dikeluarkan usai menghadiri pemakaman tentara Chad yang tewas dalam pertempuran.

Dilaporkan bahwa sampel DNA dari dua keluarga Abou Zeid telah diambil untuk membandingkan dengan jenazah yang diyakini sebagai dirinya.

Berita kematian Abou Zeid ini disambut Amerika Serikat.

Washington menyatakan, laporan kematian Abou Zeid ini ''sangat bisa dipercaya''.

Tetapi Prancis terkesan lebih berhati-hati menanggapi laporan ini, dengan juru bicara pemerintah Najat Vallaud-Belkacem menekankan bahwa kematian Abou Zeid sejauh ini belum dikonfirmasi.

Abou Zeid - diyakini berusia sekitar 40 tahunan - dikenal sebagai komandan al-Qaeda paling bengis di kawasan ini.

Dia terakhir terlihat di publik di kota Timbuktu dan Gao, Mali saat mereka menguasai kota itu tahun lalu.

Berita terkait