Militan Nigeria diyakini bunuh sandera asing

nigeria
Image caption Wartawan BBC Frank Gardner mengatakan para penculik terkait dengan al-Qaeda

Klaim sebuah kelompok militan Nigeria bahwa mereka telah membunuh tujuh warga negara asing yang diculik bulan lalu cukup kredibel, kata pemerintah sejumlah negara Barat.

Para sandera berkebangsaan Italia, Inggris, Yunani dan Lebanon itu diculik dari sebuah lokasi konstruksi di negara bagian Bauchi.

Dalam pernyataan yang dirilis online, kelompok Ansaru mengatakan telah membunuh semua sandera.

Ansaru dicurigai merupakan kelompok sempalan jaringan Boko Haram.

Hari Minggu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan seorang pekerja bangunan Inggris bernama Brendan Vaughan, "sangat mungkin tewas ditangan para penculiknya bersama enam warga negara asing lainnya."

"Ini adalah pembunuhan berdarah dingin yang tidak bisa dimaafkan dan tidak bisa dijustifikasi," kata dia.

Pemerintah Italia mengeluarkan pernyataan serupa, sedangkan kementerian luar negeri Yunani mengatakan, "Informasi yang kami miliki menunjukkan bahwa warga negara kami telah meninggal dunia.

Ansaru mengatakan para sandera dibunuh karena adanya upaya penyelamatan oleh pasukan Inggris dan Nigeria.

Tapi dalam pernyataan, kementerian luar negeri Italia mengatakan, "Tidak pernah ada upaya militer untuk menyelamatkan para sandera oleh satu pun pemerintah negara korban.

Militer Inggris mengatakan pesawat perang mereka yang terlihat di ibukota Nigeria Abuja berada di sana untuk mengangkut prajurit yang ikut dalam operasi pimpinan Prancis di Mali, dan bukan untuk menyelamatkan para sandera.

Sementara itu Ansaru mengatakan mereka melakukan penyerangan dan penculikan terhadap para sandera sebagai balas dendam atas apa yang mereka sebut sebagai kekejaman negara-negara Eropa terhadap Islam.

Kelompok itu dibentuk pada Januari 2012 dan masuk dalam daftar "organisasi teroris" oleh pemerintah Inggris. Ansaru berafiliasi dengan al-Qaeda.

Berita terkait