Warga Falkland memutuskan tetap di bawah Inggris

  • 12 Maret 2013
Warga Falkland
Image caption Warga Falkland mengungkapkan kegembiraan setelah mendengar hasil referendum.

Penduduk Kepulauan Falkland memutuskan dengan suara yang nyaris bulat untuk tetap berada di bawah pemerintah Inggris.

Dari 1.517 warga yang memberikan suara dalam referendum selama dua hari, hanya tiga suara yang menolak dan satu abstain sementara sisanya mendukung pemerintah Inggris.

Kepulauan Falkland terletak di Laut Atlantik Selatan di lepas pantai Argentina, yang juga mengklaim kepemilikan dan menyebutnya dengan Kepulauan Malvinas.

Referendum digelar karena tekanan dari pemerintah Argentina, sekitar 31 tahun setelah pecah perang antara Argentina dan Inggris.

Pemerintah Inggris menyambut hasil referendum dan mendesak semua negara menerimanya dan menghormati keinginan para penduduk kepulauan itu.

Pertanyaan yang diajukan dalam referendum adalah 'Apakah Anda ingin Kepulauan Falkland tetap pada status politik saat ini sebagai Wilayah Luar Inggris Raya?'

Masalah teritori

Tingkat partisipasi dalam refrendum mencapai lebih dari 90%, dengan 1.672 warga negara Inggris berhak untuk memilih dari total jumlah penduduk sekitar 2.900 jiwa.

Gubernur Falkland, Nigel Haywood, mengatakan partisipasi yang tinggi dan hasil referendum secara jelas menunjukkan keinginan para penduduk.

"Anda tidak bisa mendapat pengungkapan keinginan yang lebih jelas dalam penentuan sendiri daripada partisipasi tinggi dan suara 'ya' yang banyak sekali."

Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, sebelumnya mengatakan bahwa keinginan para penduduk tidak relevan dalam sengketa wilayah.

Pendapat itu ditegaskan oleh seorang wartawan dari Independen Argentina, Celina Andreassi.

"Masalah bagi sebagian besar orang di sini adalah wilayah itu milik Argentina atau Inggris, bukan orangnya."

Pasukan Argentina menduduki Kepulauan Falkland pada 2 April 1982, yang sempat memicu perang Falkland atau Malvinas.

Argentina kemudian mundur setelah perang sekitar dua bulan, dengan korban 255 tentara Inggris, 650 tentara Argentina serta tiga penduduk sipil Falkland.

Berita terkait