Venezuela menduga Chavez dibunuh

  • 13 Maret 2013
chavez
Image caption Venezuela meyakini kematian Chavez serupa dengan kasus Yasser Arafat.

Pejabat Venezuela menyatakan akan melakukan penyelidikan atas dugaan bahwa Presiden Hugo Chavez dibunuh oleh agen asing.

Menteri Perminyakan Rafael Ramirez kepada BBC menyatakan bahwa dia menuding Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam kematian Chavez.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC di Caracas, Ramirez mengatakan tidak mempunyai keraguan bahwa kematian Chavez adalah konfrontasi yang sama dengan kasus Yasser Arafat.

Di hari Chavez meninggal, Wakil Presiden Nicolas Maduro juga mengaitkan kasus ini dengan kematian pemimpin Palestina tersebut.

Dia mengharapkan komisi khusus penyelidikan akan memberikan buktinya.

Chavez sendiri sebelumnya juga pernah menyatakan bahwa ada dugaan dia disuntik oleh ''pasukan imperialis asing'' setelah dia dinyatakan menderita kanker pada tahun 2011.

'Destabilisasi Venezuela'

Retorika pejabat Venezuela terhadap Amerika Serikat meningkat sejak Selasa pekan lalu.

Beberapa jam sebelum mengumumkan kematian Chavez, Maduro dalam tayangan langsung di televisi mengatakan sebuah rencana untuk membuat ''Destabilisasi di Venezuela'' telah terungkap.

Dia juga mengatakan dua utusan militer AS telah diusir keluar dari negara itu, dengan tuduhan terlibat dalam dugaan konspirasi.

Maduro mengatakan bahwa satu hari nanti komisi khusus akan membuktikan bahwa kanker Chavez disebabkan oleh ''suntikan yang dilakukan oleh pasukan imperialis.''

Senin lalu, AS juga mengusir dua diplomat Venezuela sebagai balasan atas pengusiran serupa.

Juru bicara departemen luar negeri AS Victoria Nuland mengatakan para diplomat Venezuela diminta untuk keluar sehari setelah pemakaman Presiden Chavez.

Kedua negara tidak memiliki duta besar sejak 2010.

Berita terkait