Menteri besar Sarawak terjegal skandal korupsi

Kebun kelapa sawit
Image caption Sekelompok elit di lingkungan menteri besar dituding mengeksploitasi sumber alam besar-besaran.

Komisi pemberantasan korupsi Malaysia, Badan Pencegah Rasuah, menyatakan penyelidikan terhadap Menteri Besar negara bagian Sarawak, Tan Sri Abdul Taib Mahmud, akan dilanjutkan menyusul bukti baru seperti terekam di video.

Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat Badan Pencegah Rasuah, seperti dilaporkan media Malaysia, Rabu (20/03).

Badan antikorupsi Malaysia selama dua tahun belakangan menyelidiki dugaan korupsi yang dilakukan Menteri Besar Tan Sri Abdul Taib Mahmud dalam kasus hutan kayu dan badan tersebut menyatakan akan menindaklanjuti bukti baru yang muncul di media kemarin.

Bukti baru tersebut diungkap oleh kelompok lingkungan Global Witness.

Kelompok itu mengatakan berhasil membongkar korupsi sistematis di negara bagian Sarawak terkait ekspolitasi hutan dan pengusiran penduduk asli.

Seruan tindak lanjut

Menurut Global Witness, kerabat dekat Abdul Taib Mahmud menawarkan perjanjian bisnis yang berbau korupsi ke seorang penyelidik yang menyamar.

Kelompok lingkungan itu juga berhasil merekam video para sepupu Taib Mahmud pengacara setempat yang menawarkan diri untuk memfasilitasi transaksi gelap, penghindaran pajak, dan pemberian suap kepada pihak terkait.

Global Witness mengatakan sekelompok elit di lingkungan menteri besar Sarawak memperlakukan sumber daya alam milik negara sebagai tabungan pribadi selama puluhan tahun.

Tan Sri Abdul Taib Mahmud membantah keras tudingan itu. Ia mengatakan sejumlah sepupu dan pengacara yang terekam di video berusaha mengeruk keuntungan sendiri.

"Ini tidak ada hubungannya dengan saya. Saya pikir mereka nakal. Mereka menggunakan kekuasaan besar mereka untuk mencoreng nama saya," katanya.

Berbagai kelompok aktivis di Malaysia menuntut Perdana Menteri Najib Razak untuk segera menindaklanjuti temuan Global Witness.

Berita terkait