Pervez Musharraf akan pulang ke Pakistan

  • 22 Maret 2013
Pervez Musharraf
Pervez Musharraf berkali-kali menyatakan keinginan untuk kembali ke Pakistan.

Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf mendapat jaminan perlindungan dalam sejumlah kasus sehingga ia bisa pulang ke Pakistan tanpa risiko ditangkap setibanya di negara itu.

Hal tersebut disampaikan oleh tim pengacara mantan penguasa Pakistan.

"Ia sekarang mengantongi perlindungan penuh dan tidak bisa ditangkap setibanya di Pakistan," kata salah seorang pengacara Musharraf, Salman Safdar pada Jumat (22/03).

Mantan presiden yang mempunyai latar belakang militer itu mengasingkan diri di luar negeri sejak mengundurkan diri pada 2008. Selama ini Musharraf tinggal di Dubai dan London.

Beberapa jam setelah pengadilan Pakistan memberikan jaminan, Musharraf menyatakan tekad untuk pulang.

"Dua ratus persen! Saya akan kembali ke Pakistan pada Minggu," kata Jenderal Musharraf kepada kantor berita AFP di Dubai.

Masa depan

"Saya memutuskan saya akan pulang tanpa memandang keputusan pengadilan tetapi keputusan pengadilan ternyata mendukung," tambahnya.

Benazir Bhutto tewas dalam serangan usai pidato kampanye pada 2007.

Ia dijadwalkan akan tiba di Karachi dan diperkirakan akan terjun di pemilihan umum Mei mendatang.

Namun para pengamat mengatakan Musharraf mungkin tidak mempunyai masa depan di dunia politik.

Musharraf menghadapi sejumlah dakwaan di Pakistan, termasuk konspirasi pembunuhan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto pada 2007 dan dakwaan melakukan penangkapan para hakim secara tidak sah.

Pada 2011 pengadilan antiteroris Pakistan mengeluarkan surat penangkapan untuk mantan penguasa militer Pervez Musharraf.

Pihak penuntut mengatakan Pervez mengetahui rencana Taliban untuk menyerang Benazir namun tidak mencegah pembunuhan idi Rawalpindi.

Benazir terbunuh dalam serangan bunuh diri dan penembakan setelah berpidato di kampanye pemilu pada Desember 2007.

Berita terkait