Ledakan lukai pemimpin perlawanan di Suriah

Col Riad al-Asaad
Image caption Kolonel Riad al-Asaad merupakan salah satu perwira senior yang membelot ke kubu perlawanan.

Komandan Pasukan Pembebasan Suriah (FSA), Kolonel Riad al-Asaad yang selama ini memimpin perlawanan terhadap rezim pemerintahan Bashar al-Assad dilaporkan terluka parah akibat terkena ledakan di Provinsi Deir al-Zour.

FSA mengatakan bahwa kaki pemimpin mereka harus diamputasi akibat terkena ledakan tersebut.

Sejumlah laporan mengatakan ledakan tersebut berasal dari bom yang meledak dekat kendaraannya namun sebagian lain mengatakan ledakan bersumber dari roket yang mengenai kendaraan Kolonel Asaad.

Juru bicara FSA kepada BBC Arab mengatakan Kolonel Assad sedang melakukan kunjungan ke kota Mayaadeen, salah satu kota besar yang dikuasai oleh kelompok perlawanan, saat kendaraannya dihantam ledakan besar pada hari Minggu (26/03).

Dia saat ini telah dievakuasi ke sebuah rumah sakit di Turki untuk mendapatkan perawatan hingga kondisinya stabil.

Peran kunci

Salah satu anggota keluarga Kolonel Asaad dan pejabat di Turki telah membenarkan bahwa orang yang berpengaruh dari kelompok perlawanan itu memang menjalani perawatan di negara tersebut.

Mereka juga mengatakan luka yang dialaminya tidak membahayakan hidupnya.

Kolonel Asaad adalah mantan teknisi pada pasukan angkutan udara Suriah, dia merupakan pejabat militer senior pertama di negara itu yang membelot ke kubu perlawanan pada bulan Juli tahun 2011 lalu.

Sebulan setelah membelot, dia membentuk Pasukan Pembebasan Suriah, FSA untuk menghadapi tentara pasukan pemerintah.

Di bawah kepemimpinannya, FSA menjadi semacam payung bagi sejumlah tentara yang membelot ke kubu perlwanan.

Kelompok ini juga menaungi warga sipil dan militan Islam bersenjata yang berupaya menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Berita terkait