Kekerasan komunal menyebar di Burma

Kerusakan di Burma
Image caption Sejumlah rumah warga Muslim dan masjid dirusak atau dibakar selama beberapa hari terakhir.

Aparat keamanan Burma masih berusaha menghentikan kekerasan komunal yang merambat ke daerah-daerah di utara kota terbesar, Rangoon.

Media pemerintah melaporkan aparat keamanan mengeluarkan tembakan ke udara untuk membubarkan sekitar 500 orang Buddha yang marah dan yang menyerang sasaran-sasaran kelompok Muslim.

Serangan terhadap tempat-tempat keagamaan diserang pada Selasa dan Rabu ini (27/03). Serangan juga dilancarkan terhadap rumah-rumah warga Muslim di Bago, utara Rangoon.

Pihak berwenang memberlakukan larangan keluar rumah di lima perkampungan di Distrik Bago setelah kelompok Buddha menyerang masjid-masjid dan tempat-tempat Muslim.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan kepada BBC, polisi menyelidiki laporan-laporan bahwa kelompok-kelompok teroganisasir mendalangi serangan terhadap komunitas Muslim.

Lindungi minoritas

Kerusuhan berbau agama pecah di Meikhtila, Burma tengah, pada 20 Maret. Kekerasan dipicu oleh percekcokan antara pemilik toko emas dari komunitas Muslim dengan konsumen dari komunitas Buddha.

Menurut pihak berwenang, situasi di Meikhtila sendiri kini kembali tenang. Namun kerusuhan merambat ke daerah-daerah lain di luar Meikhtila.

Kepolisian dibantu oleh militer untuk menghentikan kekerasan sektarian.

Panglima Angkatan Bersenjata Burma Jenderal Min Aung Hlaing telah berjanji bahwa militer akan melindungi semua minoritas di negara itu.

"Kemerdekaan kita berasal dari seluruh rakyat Burma termasuk etnik minoritas, oleh karena itu kita harus melindunginya. Mengenai konflik yang berkembang sekarang, militer tidak menghendaki hal itu terjadi lagi," kata Jenderal Min Aung Hlaing pada peringatan Hari Angkatan Bersenjata Rabu (27/03).

Kekerasan selama sekitar satu minggu di Burma tengah telah menelan sedikitnya 40 orang.

Berita terkait