Malala tandatangani kontrak untuk bukunya

  • 28 Maret 2013
Malala Youssafzai
Image caption Buku berjudul I am Malala akan beredar di Inggris dan Negara Persemakmuran pada musim semi tahun ini.

Malala Yousafzai, yang ditembak kelompok militan Taliban karena memperjuangkan pendidikan perempuan, menandatangani kontrak penerbitan buku.

Kontark dengan penerbit Weidenfeld and Nicolson itu dilaporkan senilai US$3 juta dan rencananya buku berjudul I am Malala akan beredar di Inggris dan negara-negara Persemakmuran pada musim gugur tahun ini.

Untuk pasar Amerika Serikat dan negara-negara lain, buku Malala akan diterbitkan oleh Litte Brown.

''Malala sudah menjadi inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Membaca cerita tentang keberanian dan selamatnya dia akan membuka pikiran, membesarkan hati dan pada akhirnya semua anak laki-laki dan perempuan akan mendapat pendidikan yang mereka inginkan," tutur Michael Pietsch, Wakil Presiden Little Brown.

Malala ditembak oleh militan Taliban Oktober lalu, dalam perjalanan ke sekolah di Mingora, kawasan Lembah Swat di dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Dia kemudian menjalani pengobatan di Birmingham Inggris dan tinggal di kota itu setelah ayahnya mendapat tugas di bagian pendidikan Konsulat Jenderal Pakistan di Birmingham.

Bagian dari kampanye

Malala menjadi sasaran Taliban karena memperjuangkan hak pendidikan untuk perempuan. Dia menulis catatan harian ketika Taliban menguasai kawasan Swat tiga tahun lalu dan Taliban melarang pendidikan untuk perempuan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (27/03), Malala mengharapkan ceritanya akan menjadi bagian dari kampanye untuk memberi pendidikan kepada semua anak laki-laki dan perempuan.

''Saya ingin buku saya mencapai orang di seluruh dunia sehingga mereka menyadari betapa sulitnya bagi sejumlah anak untuk mendapatkan akses bagi pendidikan."

"Saya mau menyampaikan cerita saya, namun itu juga merupakan cerita dari 61 juta anak yang tidak mendapat pendidikan," tambahnya.

Murid perempuan asal Pakistan ini sebelumnya disebut-sebut masuk dalam 259 calon pemenang Nobel, bersama mantan presiden Bill Clinton dan pembangkang asal Rusia, Lyudmila Alexeyeva.

Berita terkait