Tanah longsor kubur para penambang Cina

  • 30 Maret 2013
Image caption Alat-alat berat dan anjing pelacak didatangkan untuk mencari korban hidup akibat tanah longsor di Tibet yang dikhawatirkan menewaskan sedikitinya 80 penambang.

Sedikitnya delapan puluh orang pekerja tambang emas di kawasan terpencil di pegunungan Tibet dikhawatirkan tewas, setelah tempat tinggal mereka tertimpa tanah longsor pada Jumat (29/03) pagi, demikian laporan media resmi Cina.

Sampai Sabtu (30/03) siang, sekitar 1.000 anggota tim penyelamat Cina, dengan menggunakan mesin berat, tengah berupaya membersihkan jutaan ton tanah, lumpur dan batu, di areal sekitar empat kilometer persegi.

Anjing pelacak dan mesin pendeteksi juga diturunkan untuk mencoba melacak dan menemukan korban yang selamat.

Menurut Kantor Berita Cina, Xinhua, melaporkan, para pekerja tambang yang naas itu bekerja di kawasan pedesaan Maizhokunggar, sekitar 70 kilometer dari ibu kota propinsi Lhasa.

Mereka merupakan pekerja dari anak perusahaan China National Emas Group Corporation, perusahaan milik negara dan produsen emas terbesar di negara itu.

Kawasan termiskin

Sejumlah laporan menyebutkan, mayoritas para pekerja yang terkubur itu berasal dari etnis Han, Cina, sedangkan sisanya adalah warga Tibet sendiri.

Salah-satu laporan mengatakan, tanah longsor itu diakibatkan "bencana alam", tetapi tidak menjelaskan detil persisnya.

Politisi Partai Komunis Cina yang ditempatkan di Tibet, Wu Yingjie, mengatakan "retakan di gunung" sebagai kemungkinan penyebab bencana tanah longsor.

Pemerintah Cina mendorong pengembangan industri di kawasan Tibet yang terisolasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan standar hidup.

Wilayah ini, menurut para ahli, memiliki kandungan tembaga dan mineral berharga lainnya dan merupakan salah satu kawasan di perbatasan yang pertumbuhan ekonominya melaju cepat.

Namun demikian, Tibet merupakan salah-satu daerah yang termiskin di Cina, walaupun merupakan penghasil terbesar kandungan mineral hasil penambangan bagi negara itu.

Berita terkait