Tiga napi dihukum gantung di Kuwait

Hukum gantung di Kuwait
Image caption Pejabat mengawasi pelaksanaan hukuman gantung di sebelah barat ibukota.

Kuwait untuk pertama kalinya melakukan eksekusi hukuman mati dalam kurun enam tahun terakhir.

Kantor berita resmi Kuwait, KUNA, memberitakan ketiga narapidana -satu warga Saudi, satu warga Pakistan, dan satu pria Arab tanpa kewarganegaraan- dihukum gantung di rumah tahanan pusat, di barat ibukota Kuwait City.

Ketiganya sebelumnya dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan.

Warga Saudi, Faisal al-Oteibi, dinyatakan membunuh sesama warga Saudi sementara warga Pakistan, Parvez Ghulam dinyatakan bertanggung jawab dalam kasus tewasnya suami-istri warga Kuwait.

Dhaher al-Oteibi, pria Arab yang tidak memiliki kewarganegaraan dinyatakan bersalah menembak dan membunuh istri dan lima anaknya.

Tidak ada penjelasan mengapa eksekusi hukuman mati terhenti sejak 2007.

Menurut media setempat lebih 40 orang dijatuhi hukuman mati, termasuk satu orang wanita yang dinyatakan bersalah membakar tenda pesta pernikahan, yang menewaskan 57 orang pada 2009.

Pelaksanaan hukuman mati ini menunggu keputusan akhir dari emir Kuwait.

Berdasarkan undang-undang, emir memiliki hak mengubah hukuman mati menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Sejak memberlakukan hukuman mati pada pertengahan 1960-an, Kuwait telah mengeksekusi 72 narapidana, tiga di antaranya warga asing, kata kantor berita AFP.

Sebagian besar tersangkut kasus pembunuhan atau penyelundupan narkoba.

Berita terkait