Kondisi Nelson Mandela membaik

  • 1 April 2013
nelson mandela
Image caption Nelson Mandela menderita infeksi paru-paru sejak ditahan di penjara tambang tahun 1980-an.

Dokter yang merawat Nelson Mandela melaporkan bahwa ''kondisi mantan presiden Afrika Selatan tersebut membaik,'' demikian isi pernyataan kantor kepresidenan Afrika Selatan.

Pernyataan yang dikeluarkan Minggu sore waktu setempat menyebutkan bahwa dia ''beristirahat'' di rumah sakit dan melanjutkan perawatan.

Mandela, 94, telah menjalani empat hari perawatan di di rumah sakit dan tidak ada penjelasan lanjutan terkait sampai kapan dia akan tinggal di sana.

Gereja di seluruh negara menggelar doa untuk Mandela, pemimpin mereka yang berjuang melawan apartheid.

Presiden Jacob Zuma mengucapkan terimakasih untuk ''ribuan warga Afrika Selatan yang berdoa untuk Madiba (panggilan sayang untuk Mandela) saat doa perayaan Paskah''.

Sebelumnya pada hari Sabtu, kantor Presiden Zuma mengatakan bahwa Mandela saat ini sudah bernafas tanpa kesulitan dan cairan berlebihan telah dikuras dari kedua parunya.

'Sangat baik'

Saat ditanya apakah warga sudah harus bersiap untuk kematian Mandela, Zuma kepada BBC mengatakan: ''Di Zulu, ketika seseorang meninggal dunia karena sangat tua, orang menyebutnya dia kembali pulang. Saya rasa itu adalah hal yang harus kita pikirkan.''

Tetapi dia menekankan bahwa Mandela mengatasi situasi sejauh ini dengan ''sangat baik''.

Nelson Mandela telah dirawat di rumah sakit akibat infeksi paru-paru untuk keempat kalinya dalam dua tahun terakhir.

Dia pertama kali terinfeksi tuberkulosis pada tahun 1980-an saat ditahan di Pulau Robben. Paru-parunya diyakini rusak saat dia bekerja di dalam tahanan tambang tersebut.

Mandela menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan pada tahun 1994 hingga 1999 dan oleh banyak warga dianggap sebagai bapak bangsa yang memimpin perjuangan melawan apartheid.

Meski di penjara dalam waktu lama, Mandela tetap memaafkan bekas musuhnya dan sebagai presiden dia mendesak semua rakyat Afsel dari berbagai ras untuk bekerja sama dan rekonsiliasi.

Tahun 1993 dia menerima Nobel Perdamaian.

Selama ini dia mengatakan bahwa kampung halamannya di Qunu, sebuah desa terpencil di provinsi Eastern Cape sebagai tempat paling membahagiakan saat dirinya masih anak-anak.

Tetapi dokter menyebut bahwa di harus tetap tinggal di rumahnya di Houghton, Johannesburg agar dekat dengan fasilitas medis.

Berita terkait