Puluhan babi mati ditemukan di sungai Cina

  • 9 April 2013
Petugas sanitasi di Shanghai
Image caption Bangkai-bangkai babi diangkut dan dikuburkan petugas sanitasi di kota Changsha.

Pemerintah kota Changsha, Cina, berupaya meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada penyakit menular setelah ditemukan puluhan babi mati di sungai setempat.

Paling tidak 99 bangkai babi ditemukan mengambang di sungai Liyuang di Provinsi Hunan sejak akhir pekan lalu.

Binatang-binatang itu diperkirakan dibuang para petani di hulu sungai.

Para petugas lingkungan mereka meneliti kualitas air minum untuk menjaga keselamatan penduduk.

Temuan ini terjadi di tengah berjangkitnya flu burung dengan virus H7N9 di Cina Timur.

Bulan lalu, sekitar 16.000 babi ditemukan dibuang di sungai Huangpu yang mengalir melalui kota Shanghai.

Liang Feicai, juru bicara pemerintah kota mengatakan babi-babi yang ditemukan itu telah disteril dan dikuburkan.

"Sebagian besar bangkai telah rusak dan pemerintah kota telah mengambil, membersihkan dan mengubur babi-babi itu," kata Liang kepada Global Times.

"Hal yang sama pernah terjadi beberapa kali sebelumnya, dan unit lingkungan tengah memonitor kualitas air sehingga warga harus tetap tenang," tambahnya.

Pemerintah kota juga telah meminta para peternak untuk tidak membuang bangkai ke sungai namun dikubur.

Industri babi di Provinsi Hunan meningkat, dengan sekitar 79 juta di berbagai peternakan.

Berita terkait