Korea Utara hentikan aktivitas sentra industri Kaesong

  • 9 April 2013
kaesong north korea

Korea Utara mengumumkan mereka menarik semua pekerja dari sentra industri bersama Korea, Kaesong, dan menghentikan aktivitas di sana.

Langkah itu menjadi manuver paling akhir Korea Utara setelah melontarkan ancaman perang selama seminggu. Ancaman itu dikeluarkan menyusul sanksi PBB atas uji coba nuklir ketiga mereka Februari lalu.

Kaesong dibangun hampir 10 tahun lalu dan menjadi simbol kerja sama antara kedua Korea.

Tetapi seorang pejabat Korea Utara mengatakan Kaesong akan ditutup secara permanen.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan keputusan itu "tidak bisa dibenarkan dengan cara apa pun dan Korea Utara harus bertanggung jawab atas semua konsekuensi."

Kompleks yang masuk wilayah Utara itu, tidak jauh dari perbatasan, mempekerjakan lebih dari 50.000 pekerja Korea Utara tapi didanai dan dikelola secara penuh oleh perusahaan-perusahaan Korea Selatan.

Pyongyang telah melarang warga Korea Selatan memasuki sentra industri itu, tetapi saat mengunjungi lokasi, Kim Yang-gon, sekretaris Komite Sentral partai, mengatakan Utara akan "sementara menghentikan semua kegiatan di sentra dan memutuskan apakah akan mempertahankan atau menutupnya."

Kantor berita Utara KCNA mengutip Yang-gon mengatakan bahwa Korea Selatan dan AS "menghina harga diri negara itu dan membuat sentra tersebut sebagai titik awal perang."

"Bagaimana situasi bisa berkembang dalam beberapa hari ke depan akan tergantung dari sikap pejabat Korea Selatan," kata Kim.

Pernyataan itu tidak merujuk pada lebih dari 500 warga Korea Selatan yang bekerja sebagai manajer di Kaesong.

Seorang warga Korea Selatan mengatakan pada Associated Press ia tidak mendengar apa pun terkait instruksi dari pemerintah Korea Utara.

"Pekerja Korea Utara meninggalkan kantor pada pukul enam sore hari ini seperti biasa. Kami akan tahu besok apakah mereka akan kembali ke kantor atau tidak," kata dia.

Berita terkait