Peneliti AS: beras Cina, Taiwan mengandung timbal

  • 11 April 2013
Beras
Image caption Beras dari Cina dan Taiwan mengandung timbal sekitar 40 kali di atas ambang Amerika.

Para peneliti di Amerika Serikat mengatakan beras impor dari sejumlah negara, termasuk Cina dan Taiwan, tidak aman karena mengandung timbal.

Kandungan timbal tertinggi adalah dari sampel beras Cina dan Taiwan, dengan sekitar 40 kali di atas ambang batas aman yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat.

Para ilmuwan mengatakan masalahnya timbul karena makanan impor dari berbagai negara didasarkan pada peraturan berbeda terkait irigasi dan bahan kimia untuk pertanian.

Penggunaan timbal dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan sangat berbahaya bagi anak-anak.

Amerika Serikat mengimport sekitar 7% dari kebutuhan beras negara itu.

Para peneliti yang mengangkat laporan itu dalam pertemuan Masyarakat Kimia Amerika di New Orleans mengatakan semua sampel yang mereka teliti melebihi kandungan timbal aman.

Pemimpin peneliti Tsanangurayi Tongesayi mengatakan setiap orang dalam pasar pangan global, menghadapi risiko.

"Karena pasaran pangan dilakukan secara global, setiap orang menghadapi risiko yang sama," kata Tongesayi.

"Jadi mungkin yang kita perlukan adalah peraturan internasional yang mengatur produksi dan distribusi pangan," tambahnya.

Berita terkait