Tiga Muslim Burma dihukum 14 tahun penjara

  • 12 April 2013
Kerusakan rumah-rumah Musim
Image caption Kekerasan komunal ini menyebabkan rumah-rumah dan toko warga Muslim Burma dihancurkan.

Pengadilan di Burma menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara karena peranan mereka dalam kekerasan komunal yang menyebabkan lebih dari 40 orang tewas.

Pemilik toko emas, istrinya dan seorang karyawan dihukum karena pencurian dan juga penyerangan.

Pertengkaran di toko emas dengan seorang konsumen beragama Buddha di kota Meiktila itu memicu bentrokan antara komunitas Buddha dan Muslim Burma.

Kekerasan yang bermula tanggal 20 Maret lalu itu menyebar ke kota-kota lain dan menyebabkan diterapkannya jam malam.

Hukuman terhadap tiga Muslim Burma itu adalah yang pertama terkait protes anti-Muslim, yang menyebabkan 43 orang tewas.

Kekerasan sektarian ini juga menyebabkan lebih dari 12.000 Muslim kehilangan tempat tinggal.

Bermula dari jepit rambut

Toko-toko milik Muslim Burma juga dihancurkan.

Sejumlah orang ditahan terkait kekerasan ini.

Pertengkaran di toko emas itu bermula saat seorang konsumen ingin membeli jepit rambut emas.

Pertengkaran berubah menjadi perkelahian dan pemilik toko dilaporkan memukul kepala konsumen Buddha itu.

Insiden ini kemudian berlanjut dengan pemukulan seorang biksu Buddha yang meninggal di rumah sakit.

Berita ini kemudian menyebar dan menimbulkan kekerasan sektarian.

Keadaan darurat ditetapkan di Meiktila dan tiga kota lain di Burma.

Berita terkait