Virus flu burung sampai di Beijing

flu burung
Image caption Virus H7N9 terpapar melalui unggas.

Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun dirawat di rumah sakit di Beijing akibat virus flu burung.

Ini merupakan kasus flu burung H7N9 pertama di ibukota, demikian pernyataan pejabat Cina di Beijing.

Pusat kontrol penyakit nasional Cina mengkonfirmasikan pada Sabtu (13/04), bahwa anak perempuan yang dirawat tersebut menderita virus H7N9.

Anak perempuan, yang orangtuanya adalah pedagang unggas, mengalami demam, sakit tenggorokan dan kepala pada Kamis, tetapi kondisinya saat ini dilaporkan stabil.

Dua orang terdekat yang berhubungan dengannya kini dikarantina untuk obervasi, tetapi sejauh ini tidak menunjukkan gejala terpapar virus flu burung.

Transparansi Cina

PBB mencatat terdapat 28 kasus dan sembilan diantaranya meninggal di Cina sejak virus flu burung jenis baru ini mengemuka.

Sejauh ini belum ada kasus yang terjadi di luar Cina, demikian menurut badan kesehatan PBB, WHO.

Kaus pertama virus jenis baru ini berlangsung pada Februrari lalu di kawasan timur Cina.

Menurut WHO belum ada bukti bahwa virus H7N9 telah menular dari manusia ke manusia, dan kebanyakan kasus berasal dari unggas.

Para ahli kesehatan internasional memuji otoritas Cina yang secara transparan melaporkan penyebaran kasus ini, dibandingkan dengan wabah SARS pada tahun 2003 yang ditutupi oleh Beijing meski ribuan orang terinfeksi dan ratusan lainnya meninggal.

Berita terkait