Kiriman uang perantau Afrika lebihi bantuan Barat

  • 16 April 2013
Uang dolar
Image caption Perantau Afrika mengirim US$50 miliar per tahun kepada sanak saudara mereka.

Jumlah dana yang dikirimkan ke Afrika oleh para perantau kini lebih besar dibandingkan dengan total bantuan pembangunan resmi dari negara-negara Barat.

Hal tersebut terungkap dalam penilitian terbaru berdasarkan data Bank Dunia.

Profesor Adams Bodomo, dari Universitas Hong Kong, mengatakan bahwa pengiriman uang dari para perantau Afrika mencapai lebih US$50 miliar setiap tahun.

Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan bantuan dari negara-negara Barat yang hanya sedikit di atas US$40 miliar.

Ia juga menyebutkan bahwa uang yang dikirimkan perantau Afrika ke keluarga lebih berguna karena mereka benar-benar mengetahui apa yang dibutuhkan keluarga.

Para perantau juga mengirim uang secara rutin untuk keperluan keluarga, misalnya membayar biaya sekolah.

Lewat saluran tidak resmi

Profesor Bodomo menyatakan terkejut bahwa total uang kiriman perantau melebihi dana bantuan negara-negara Barat yang disebut dengan Bantuan Pembangunan Resmi, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC untuk urusan pembangunan internasional, Mark Doyle.

Profesor asal Ghana itu meyakini selisih antara uang yang dikirim perantau Afrika dengan Bantuan Pembangunan Resmi mungkin sebenarnya lebih besar dari data yang dimiliki oleh Bank Dunia.

"Hal ini disebabkan karena dana Bantuan Pembangunan Resmi dapat dicatat secara akurat sementara uang yang dikirim perantau ke keluarga mereka sulit dilacak," lapor Doyle.

Bank Pembangunan Afrika memperkirakan sekitar 75% uang kiriman perantau dikirim melalui saluran-saluran tidak resmi, tidak melalui bank.

Oleh karena itu, lanjut Doyle, total uang yang dikirim warga Afrika di luar negeri bisa mencapai tiga kali atau empat kali lebih besar dibanding jumlah yang dikirim lewat jalur resmi.

Berita terkait