FBI: tidak ada ancaman bom susulan di Boston

boston crime scene
Image caption Penyidik meminta publik mengirim video dan foto yang mereka miliki dari lokasi ledakan.

FBI mengatakan tidak ada ancaman susulan di Boston setelah insiden ledakan bom maraton.

Dalam konferensi pers di kota itu, beberapa petinggi FBI mengatakan tidak ada bom lain yang ditemukan, selain kedua bom yang meledak di garis . finish.

FBI juga kembali menghimbau masyarakat agar memberikan informasi apa pun yang mereka miliki pada Biro Penyidik Federal itu.

Tiga orang tewas, termasuk seorang bocah lelaki berusia delapan tahun dan lebih dari 150 orang terluka akibat ledakan tersebut. Tujuh belas orang berada dalam kondisi kritis.

Richard DesLauriers, agen FBI yang memimpin penyelidikan kasus ini, mengatakan pada wartawan bahwa tidak ada ancaman fisik di lokasi mana pun yang harus kami selidiki saat ini.

Berangsur pulih

Gubernur Massachusetts, Deval Patrick, mengatakan penting untuk mengklarifikasi bahwa dua, dan hanya dua, peledak yang ditemukan kemarin.

Sebelumnya sejumlah laporan mengatakan bahwa beberapa bom aktif ditemukan di berbagai lokasi di Boston.

Patrick mengatakan semua paket mencurigakan telah diselidiki dan tidak satu pun yang berisi bom.

Para petinggi FBI juga berterima kasih pada pekerja darurat dan relawan yang membantu para korban luka, dan mengatakan mereka telah menyelamatkan banyak nyawa.

Sementara itu Sri Andini Handayani, seorang pelajar Indonesia yang tinggal di dekat lokasi kejadian, mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa saat ini situasi di Boylston Street, tempat ledakan terjadi telah berangsur normal.

"Warga sudah kembali beraktivitas seperti biasa dan transportasi umum telah beroperasi lagi karena kemarin ada beberapa stasiun yang ditutup," kata Sri Andini.

Berita terkait