Kedutaan Prancis di Libia dibom

  • 23 April 2013
Kerusakan di Kedutaan Besar Prancis
Image caption Pemerintah Libia menyebut pengeboman sebagai tindakan terorisme.

Bom mobil meledak di Kedutaan Besar Prancis di ibukota Libia, Tripoli, melukai dua penjaga keamanan luka-luka dan menyebabkan kerusakan parah.

Dua penjaga keamanan itu adalah warga Prancis dan salah satu dari mereka mengalami luka serius. Gedung kedutaan mengalami kerusakan parah akibat ledakan pada Selasa (23/04) itu.

Dua mobil yang diparkir di depan kedutaan hancur. Wartawan BBC di Tripoli, Rana Jawad, melaporkan ledakan juga merusak dua rumah yang terletak di dekat kedutaan.

Selain itu jendela-jendela toko terdekat hancur.

Bertindak cepat

Menteri Luar Negeri Libia Mohammed Abdel Aziz menyebut pengeboman sebagai tindakan yang dilakukan oleh "teroris". Ia juga menyerukan kepada rakyat Libia untuk membantu mengakhiri aksi seperti itu.

"Kita membela warga negara, ini adalah tanah air mereka, ini adalah negara mereka dan insiden ini harus ditangani secara profesional. Kita harus memberikan solidaritas kepada keluarga yang terkena dampak kejadian ini," kata Mohammed Abdel Aziz.

"Pada waktu yang sama, saya ingin menyerukan kepada seluruh warga Libia untuk membantu polisi dan aparat keamanan untuk bekerja bersama bagi kesejahteraan dan keamanan Libia."

Sementara itu Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan pemerintah Libia harus bertindak cepat menemukan orang-orang yang bertanggung jawab.

Perwakilan-perwakilan diplomatik di Libia sebelumnya pernah diserang, tetapi kali ini tercatat sebagai serangan besar pertama terhadap kedutaan asing di ibukota.

Serangan terhadap Konsulat Amerika Serikat di kota Benghazi oleh orang-orang bersenjata pada September 2012 menyebabkan tewasnya Duta Besar Christopher Stevens dan tiga pejabat AS lainnya.

Berita terkait