Pencarian korban Rana Plaza terhambat kebakaran

  • 29 April 2013
Rana Plaza
Masih ada dua korban selamat ditemukan setelah gedung ambruk empat hari sebelumnya.

Upaya mencari korban selamat dari bangunan pabrik yang ambruk di Rana Plaza, Dhaka Bangladesh terhambat akibat kebakaran di sebagian bangunan.

Kebakaran mulanya nampak dari seberkas asap bersumber dari alat pemotong yang mulanya akan dipakai untuk menyelamatkan seorang korban yang diduga masih hidup namun terjepit bahan bangunan.

Alat berat dan perkakas pemotong besar dikerahkan karena alat-alat standar dianggap kurang mumpuni untuk menolong para korban yang sebagian tertimpa balok beton.

Tetapi akibat kebakaran empat anggota regu pemadam malah harus dilarikan ke rumah sakit sementara korban yang hendak ditolong ternyata ditemukan sudah tewas.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada Minggu (28/4) larut malam namun tak jelas apakah upaya pencarian korban akan diteruskan hari ini atau dihentikan setelah dipastikan korban tewas sejauh ini mencapai sedikitnya 377 orang.

Harapan menemukan korban dalam keadaan bernyawa makin kecil karena gedung yang berfungsi sebagai pabrik untuk sejumlah perusahaan garmen dan dipadati ribuan orang itu runtuh sejak Rabu (24/4) lalu.

Aparat sebelumnya telah menimbang untuk menghentikan proses pencarian dan langsung meruntuhkan sisa bangunan sehingga pencarian korban lebih mudah, namun rencana ini ditentang keluarga korban yang masih mengharapkan keajaiban kerabat mereka masih hidup diantara reruntuhan bangunan.

Demo buruh

Dua korban lagi ditemukan pada hari Minggu masih dalam keadaan hidup meski mengalami luka parah.

Mohammed Sohel Rana ditangkap polisi saat bersembunyi di perbatasan dengan India.

Ribuan anggota keluarga korban yang masih dinyatakan hilang menunggu dnegan cemas di sekitar lokasi kejadian.

Sedikitnya 3.000 orang diperkirakan berada dalam bangunan rusak itu saat bencana terjadi, 2.430 diantaranya kini dinyatakan telah ditemukan.

Pemilik gedung Mohammed Sohel Rana yang sebelumnya buron telah ditangkap di perbatasan dengan India. Polisi menyatakan ia kabur dan bersembunyi dan kini diterbangkan kembali ke Dhaka untuk diperiksa.

Dengan penangkapan ini sudah ada enam orang termasuk tiga pemilik pabrik, dan dua teknisi ditahan polisi.

Kasus ini juga memicu protes massal di Bangladesh. Pekerja sektor garmen memblokade jalan dekat komplek industri Gazipur menuntut pemerintah menghukum berat penanggung jawab kejadian fatal di Rana Plaza itu.

Garmen adalah salah satu industri terbesar Bangladesh, yang merupakan salah satu pemasok garmen terbesar dunia. Namun negara itu kerap dikritik arena sekto industri yang membayar rendah upah buruh serta mempekerjakan mereka dalam kondisi mengenaskan.

Berita terkait