Penanganan mogok makan Guantanamo

  • 30 April 2013
Image caption Sebagian tahanan penjara Guantanamo masih melakukan aksi mogok makan.

Pemerintah AS memperkuat tim medis di penjara Teluk Guantanamo untuk mencoba menangani aksi mogok makan oleh puluhan tahanan yang dilaporkan makin meluas.

Sekitar 40 orang perawat dan sejumlah spesialis tiba pada akhir pekan, kata juru bicara penjara Teluk Guantanamo, Letnan Kolonel Samuel House.

Dia mengatakan, bahwa 100 dari 160 orang tahanan saat ini melakukan aksi mogok makan sementara 21 orang lainnya dipaksa makan melalui tabung.

Para pemogok makan memprotes penahanan mereka yang tidak terbatas. Kebanyakan dari mereka ditahan tanpa didakwa terlebih dahulu.

Aksi mogok makan dimulai di penjara Teluk Guantanamo milik Amerika Serikat di Kuba pada Februari lalu dan makin meluas dalam pekan-pekan terakhir.

Walaupun aksi serupa sering terjadi di Guantanamo, namun aksi kali ini jauh lebih besar dan digelar lebih lama.

Tidak ada luka serius

Pimpinan Penjara Guantanamo menolak klaim yang menyebutkan aksi mogok makan dipicu kesalahan petugas dalam memperlakukan kitab Al Quran saat melakukan penggeledahan terhadap para tahanan di sel mereka.

Kekerasan meletus pada 13 April lalu setelah sejumlah tahanan dipindahkan menyusul aksi mereka menutup kamera pengawas dan jendela ruang tahanan.

Pertikaian ini melibatkan sebagian tahanan yang menggunakan 'senjata buatan' sementara aparat keamanan menggunakan 'senjata yang tidak mematikan', kata pejabat penjara.

Namun tidak ada yang menderita luka serius.

Sekitar 100 orang tahanan dilaporkan telah dibebaskan dari penjara Guantanamo namun tetap menjalani sisa masa hukumannya di penjara lain dengan pengawasan khusus, seperti dikehendaki Kongres.

Hal ini dilakukan juga untuk mengantisipasi kemungkinan mereka melakukan aksi kekerasan lanjutan jika dipulangkan ke negara asalnya.

Pusat penahanan militer Guantanamo dibuka pada 2002 untuk menahan para tersangka teroris yang ditangkap dalam operasi kontra-terorisme setelah serangan 11 September 2001 di AS.

Berita terkait