AS tidak akan kirim tentara ke Suriah

  • 4 Mei 2013
obama
Image caption Obama menyatakan perlu bukti kuat untuk membuktikan penggunaan senjata kimia.

Presiden AS Barack Obama mengatakan dia tidak melihat sebuah skenario yang bisa membuatnya mengirim tentara AS ke Suriah.

Obama kepada wartawan di Costa Rica Jumat kemarin mengatakan sebagai panglima tinggi angkatan bersenjata dirinya bisa mengesampingkan apapun ''karena keadaan yang berubah''.

Tetapi dia menambahkan bahwa dia tidak melihat ada sebuah skenario yang bisa menempatkan ''tentara Amerika di tanah Suriah''.

Dia juga mengatakan bahwa dia telah berkonsultasi dengan para pemimpin di Timur Tengah dan mereka sepakat dengan dirinya.

Obama mengulangi pernyataan bahwa ada bukti senjata kimia digunakan di Suriah, tetapi ''kami tidak tahu kapan, dimana atau bagaimana'' senjata itu digunakan.

Dia menekankan bahwa jika bukti kuat ditemukan maka itu akan menjadi ''perubahan pertandingan bagi kami'' karena ''ada kemungkinan bahwa senjata itu jatuh ke tangan organisasi seperti Hisbullah'' di negara tetangga Libanon.

Sebelumnya Menhan Chuck Hagel mengatakan AS tengah mempertimbangkan untuk mempersenjatai para pemberontak Suriah.

Menhan Hagel menjadi pejabat senior AS pertama yang menyatakan bahwa Washington tengah mempertimbangkan untuk menyediakan persenjataan bagi pemberontak.

"Mempersenjatai pemberontak adalah sebuah opsi'' katanya.

Sekutu AS di Timur Tengah seperti Qatar dan Arab Saudi sudah terlebih dahulu menyediakan senjata bagi sejumlah kelompok yang bertempur dengan pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Dorongan untuk meningkatkan tekanan ke Assad semakin meningkat beberapa hari terakhir setelah sejumlah bukti mengemuka bahwa Suriah menggunakan senjata kimia seperti gas syaraf sarin.

'Kolam darah'

Image caption Tayangan video yang mengemuka menunjukkan tentara pemerintah melakukan eksekusi.

Dalam perkembangan lain di Suriah dilaporkan sekitar 40 orang tewas oleh pasukan pemerintah di kota al-Bayda, dekat pelabuhan Baniyas.

Sebuah video muncul di internet menayangkan tujuh mayat bergelimpangan di kolam darah.

Media pemerintah menyalahkan insiden tersebut sebagai tindakan ''teroris''.

Disebutkan bahwa "sejumlah teroris'' berhasil dibunuh saat pasukan pemerintah menguasai sebuah gudang persenjataan dan amunisi di kawasan tersebut.

Al-Bayda merupakan desa yang didominasi Muslim Sunni, terletak di daerah yang sebagian besar dihuni oleh anggota sekte Alawi Presiden Assad, sebuah cabang heterodoks Islam Syiah.

Hingga saat ini lebih dari 70.000 orang tewas sejak pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah pecah di bulan Maret 2011.

Berita terkait