Barisan Nasional memperpanjang kekuasaan

  • 6 Mei 2013
Najib Razak
Image caption Pemimpin Barisan Nasional Najib Razak tiba di markas besar UMNO, motor koalisi.

Barisan Nasional yang selama hampir 60 tahun belakangan memerintah Malaysia kembai meraih kemenangan dalam pemilihan raya 2013.

Hasil sementara, hingga berita ini diturunkan, memperlihatkan koalisi partai penguasa itu meraih 126 kursi melebihi batas minimum 112 kursi dari 222 kursi parlemen yang diperebutkan, sementara aliansi oposisi Pakatan Rakyat, memperoleh 77 kursi.

Dalam pemilihan 2008 lalu, Barisan Nasional untuk pertama kali kehilangan mayoritas 2/3 suara di parlemen karena hanya menguasai 140 kursi sementara PR merebut 80 kursi.

Perdana Menteri Najib Razak, yang bertanding di daerah pemilihan Pekan, Pahang, menang mutlak dengan 51.278 suara sementara calon dari kubu oposisi Pakatan Rakyat yang diwakili calon Partai Keadilan Rakyat, Mohd Fariz Musa, hanya meraih 15.665.

Dalam konperensi pers selepas tengah malam waktu Malaysia (06/05), Perdana Menteri Najib Razak sudah merayakan kemenangan walau penghitungan suara belum selesai untuk semua wiayah pemilihan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada rakyat Malaysia yang memberi sokongan kepada barisan Nasional."

Dia juga menyebutkan perlunya rekonsiliasi nasional setelah ketegangan selama pemilihan umu yang disebut sebagai yang paling ketat sepanjang sejarah Malaysia.

"Kami harus menunjukkan kepada dunia internasional bawah Malaysia memiliki demokrasi yang dewasa dan keputusan rakyat harus dihormati," tambahnya.

Nurul Izzah kembali menang

Namun Barisan Nasional kalah di di wilayah pemilihan bergengsi Lembah Pantai, di pinggiran Kuala Lumpur yang kembali direbut Nurul Izzah Ibrahim dari partai oposisi Partai Keadilan Rakyat.

Nurul meraih 31008 suara dan mengalahkan Datuk Raja Nong Chik yang hanya meraih 29.161 suara dengan selisih suara 1.847. Selisih suara ini lebih

kecil dari perolehan tahun 2008, ketika Nurul menang tipis di dengan selisih 2890 suara.

Sejak awal, BN tampaknya ingin merebut kembali daerah ini dengan menurunkan politikus senior Mentei Persatuan Wilayah, Raja Nong Chik, yang besar dan membina keluarga di Lembah Pantai.

Ternyata bertandingnya Nong Chik masih belum mampu mengalahkan popularitas Nurul Izzah, yang pada hari pemilihan menyempatkan diri berkunjung ke beberapa tempat pemungutan suara.

Sementara ayahnya, Anwar Ibrahim, juga menang di wilayah pemilihan Permatang Pauh setelah merebut 37.090 suara, mengalahkan Mazlan Ismail dari UMNO -elemen aliansi BN- dengan selisih 11.721 suara.

Pengundi hantu?

Kantor Perdana Menteri Najib Razak sejak awal membantah tuduhan pihak oposisi bahwa sejumlah warga asing dikerahkan untuk memberikan tambahan suara guna menjamin kemenangan. Tuduhan bertambahnya jumlah pemilih di beberapa wilayah pemilihan yang bersaing ketat memang sudah lama terdengar.

Di kawasan Lembah Pantai, tempat Nurul Izzah Ibrahi menang tahun lalu dengan selisih suara tipis, pusat penelitian Universitas Malaya, UMCEDEL, menyebutkan terdapat 14.000 tambahan pemilih dibanding pemilu lalu. Selain itu tercatat 2.000 pemilih awal -baik polisi maupun tentara- yang sudah memberikan suara pada 30 April.

Tambahan suara itu hampir dipastikan akan menguntungkan aliansi pemerintah Barisan Nasional.

Muncul pula beberapa laporan yang menyebutkan munculnya 'pemilih hantu' yang menggunakan alamat pemilih resmi yang sebenarnya.

"Saya berjumpa dengan seorag pengundi (pemilih) tadi yang menyatakan dia membuat lapora polis karena ada pengundi hantu yang diletakkan di alamat beliau," tutur Nurul Izzah Ibrahim dari Partai Keadilan Rakyat setelah memberikan suaranya Minggu pagi di wilayah pemilihannya Lembah Pantai.

"Iniah yang kami bantah dari peringkat awal, pengundi-pengundi yang ditambah yang dimasukkan ke alamat yang tidak mereka diami."

Antusiasme pemilu

Image caption Para pendukung partai turun ke jalan-jalan merayakan kemenangan calon mereka.

Di tengah-tengah persaingan yang ketat, warga Malaysia memperlihatkan antusiasme dalam memberikan suaranya.

Banyak warga yang sudah antri sejak pagi di beberapa tempat pemungutan suara sebelum dibuka dan hingga tengah hari antrian semakin memanjang.

Seorang pemuda yang untuk pertama kalinya ikut memiih di Kampung Kerinchi, Lembah Pantai, mengungkapkan semangatnya dalam memberikan suara.

"Kali pertama ini saya memilih dan ingin perubahan. Semoga harapan rakyat bisa terwujud."

Suruhanjaya Pilihan Raya Malaysia atau komisi pemilihan menyatakan tingkat partisipasi dalam pemilu kali ini mencapai 80% dengan jumlah total sekitar 12.800.000 pemilih lebih.

Tingkat partisipasi itu merupakan yang tertinggi di Malaysia dengan mengalahkan rekor sebelumnya pada tahun 1964 sebesar 78,9%.

Berita terkait