Anwar Ibrahim pimpin gerakan melawan 'kecurangan'

Anwar Ibrahim
Image caption Koalisi oposisi pimpinan Anwar Ibrahim memperoleh 89 kursi.

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan ia akan memimpin gerakan sengit melawan hal yang disebut kecurangan pemilihan umum menyusul kemenangan koalisi Barisan Nasional.

Dalam pemilihan pada Minggu (05/05) Barisan Nasional kembali menang dengan 133 kursi dari 222 kursi parlemen, melebihi batas minimum 112 kursi untuk membentuk pemerintahan.

Meskipun menang, Barisan Nasional bukanlah pemenang suara terbanyak, meraih 5,24 juta suara sedangkan aliansi oposisi Pakatan Rakyat memperoleh 5,62 juta suara.

"Selama beberapa pekan mendatang, kita akan menyampaikan kepada publik bahwa penguasa menang dalam pemilihan ini lewat kecurangan dan kecurangan dan ketidakberesan," kata Anwar Ibrahim kepada para wartawan pada Selasa (07/05).

Ditepis

Ia menambahkan akan memimpin pawai akbar pada Rabu malam di stadion yang akan menjadi awal dari gerakan membersihkan segala bentuk kecurangan di negaranya.

"Ini akan menjadi permulaan gerakan sengit karena tidak akan ada kesempatan bagi peremajaan tanpa pemilihan yang bersih dan adil," tambahnya.

Sementara itu pemerintah menepis tudingan-tudingan adanya kecurangan. Pemerintah mengatakan kubu oposisi melontarkan berbagai tuduhan tak berdasar.

Kelompok pemerhati pemilu, Bersih, mengatakan pemilihan itu dicurangi. Seperti dilaporkan wartawan BBC di Kuala Lumpur Jennifer Pak, Bersih mencatat adanya para pekerja migran asing yang mencoblos di berbagai tempat pemungutan suara.

Para pemilih yang disebut pengundi hantu itu disebut menambah peluang menang koalisi yang memerintah.

Tetapi, jelas Pak, belum jelas bagaimana pengaruh tuduhan-tuduhan itu terhadap hasil pemilu.

Berita terkait