Unjuk rasa oposisi Malaysia dinyatakan gelap

Najib Razak
Image caption Kemenangan kubu PM Najib Razak diangggap kelonmpok oposisi diwarnai oleh kecurangan.

Kepolisian Diraja Malaysia menyatakan rencana unjuk rasa yang akan digelar partai oposisi, Rabu 8 Mei, sebagai unjuk rasa gelap.

Unjuk rasa dinyatakan gelap karena pihak penyelenggara -yang menolak hasil pemilu Malaysia- tidak meminta izin kepada polisi sehingga para pengunjuk rasa akan ditangkap.

"Pihak penyelenggara harus memenuhi Undang-undang Perkumpulan Damai 2012. Melakukan pawai tanpa izin untuk mengungkapkan kemarahan adalah salah berdasarkan undang-undang," jelas Inspektur Polisi, Ismail Omar, seperti dikuti kantor berita pemerintah, Bernama.

"Patuhi undang-undang dan gunakan saluran resmi untuk mengajukan izin kepada kepala kepolisian setempat."

Omar menambahkan bahwa polisi juga akan mengambil tindakan atas situs jejaring sosial yang memicu sentimen ras setelah pemilihan umum untuk mencegah perdebatan dan kekacauan.

"Jangan gunakan situs jejaring sosial untuk memicu dan memprovokasi karena polisi mengawasi dunia internet," tambahnya.

Sempat beredar kabar di internet bahwa aliran listrik putus saat penghitungan suara sehingga hasilnya diatur namun kabar burung itu sudah dibantah dengan tegas.

Rencana unjuk rasa

Aliansi oposisi Pakatan Rakyat pimpinan Anwar Ibrahim menolak hasil pemilihan umum Minggu yang berlangsung 5 Mei karena dianggap diwarnai kecurangan, antara lain dengan pengerahan warga asing untuk ikut memberikan suara guna kepentingan aliansi pemerintah Barisan Nasional.

Kepada wartawan pada Selasa (07/05), mantan menteri keuangan dan wakil perdana menteri itu mengatakan akan menggelar unjuk rasa untuk menentang pemilu pada hari Rabu.

"Ini akan menjadi permulaan gerakan sengit karena tidak akan ada kesempatan bagi peremajaan tanpa pemilihan yang bersih dan adil," katanya.

Aliansi Barisan Nasional -yang sudah memerintah Malaysia selama hampir 60 tahun- kembali meraih kemenangan namun dengan selisih suara yang lebih kecil dibanding pemilu 2008.

Pemerintah berulang kali menepis tudingan-tudingan adanya kecurangan dengan mengatakan kubu oposisi melontarkan berbagai tuduhan tak berdasar.

Perolehan 133 suara oleh Barisan Nasional dalam pemilu 2013 merupakan yang terburuk sepanjang pemilu Malaysia, sementara Pakatan Rakyat meningkatkan perolehan menjadi 89 suara.

Berita terkait