Amerika Serikat ingin pertahankan sembilan pangkalan

Presiden Afghanistan Hamid Karzai
Image caption Hamid Karzai mengatakan ia meminta Amerika membantu pembangunan infrastruktur.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan Amerika Serikat ingin mempertahankan sembilan pangkalan militer di Afghanistan untuk misi latihan dan pendukung ketika operasi tempur berakhir tahun depan.

Pangkalan Amerika yang akan dipertahankan tersebar di sejumlah wilayah di Afghanistan, termasuk pangkalan besar di Provinsi Helmand dan Bagram.

Dalam acara di Universitas Kabul pada Kamis (09/05), Presiden Hamid Karzai mengatakan Afghanistan siap menandatangani kesepakatan kemitraan dalam masalah itu.

"Ketika mereka (Amerika Serikat) siap, kita siap tanda tangan," kata Karzai.

Sebagai imbalannya, menurut Hamid Karzai, Amerika Serikat diminta membantu pembangunan infrastruktur dan memperkuat pemerintah.

Tidak konsisten

Image caption Pangkalan udara Bagram akan tetap dioperasikan oleh pasukan Amerika.

Wartawan BBC di Kabul David Loyn mengatakan sembilan pangkalan itu akan memerlukan sekitar 20.000 personel Amerika Serikat dan mungkin negara-negara anggota NATO juga dapat menempatkan pasukan jumlah kecil.

Menurut Loyn, pernyataan Presiden Hamid Karzai tentang keberadaan militer internasional di negaranya setelah tahun 2014 tidak konsisten selama beberapa bulan terakhir. Ia sebelumnya menuduh Amerika mendukung kelompok Taliban dan bersekongkol menuntut pangkalan permanen.

Karzai sebelumnya juga mengatakan bahwa meskipun pasukan NATO akan mengakhiri misi, para pejabat NATO mengatakan NATO tetap akan menempatkan pasukan di Afghanistan.

David Loyn melaporkan hal itu tampaknya muncul karena timbul salah pengertian tentang peran pasukan NATO di masa depan.

Kenyataannya, jelas Loyn, pasukan internasional akan tetap berada di Afghanistan tetapi hanya mempunyai misi latihan dan pendukung, tidak dipersiapkan untuk operasi tempur penuh.

Berita terkait